Tuesday, March 14, 2017

MP

Pernahkah merasa bahwa waktu-waktu yang ada dalam hidup kalian terasa lebih sedikit? Atau bahkan kalian tidak ingat apa yang terjadi? Mungkin itu karena kalian memang lupa saja. Tapi, dari beberapa orang mungkin hal ini terjadi karena dirinya diambil alih oleh “diri mereka yang lain”. Apa maksudnya ini? Kesurupan? Bisa jadi. Karena saat kesurupan kita memang kehilangan kontol akan diri dan lupa apa yang telah dilakukan. Tapi yang ingin aku bicarakan cukup berbeda. Jauh berbeda. Apa yang diceritakan adalah kasus mengenai kepribadian ganda.

Pernahkah kalian mendengar kasus kepribadian ganda? Untuk beberapa mungkin hal ini terdengar biasa saja, tapi cara orang menjadi seperti ini, tidak biasa. Seseorang sampai bisa mendapatkan 2 kepribadian ganda saja, sudah pasti memiliki pengalaman yang traumatis. Apalagi orang dengan 16 kepribadian yang berbeda. Entah apa yang terjadi dalam masa lalunya sampai bisa sebanyak itu.
Sekarang mungkin kalian penasaran bagaimana caranya seseorang sampai bisa menciptakan 2 atau lebih kepribadian yang berbeda? Salah satu penyebabnya bisa karena situasi yang ada tidak memperbolehkan kepribadian kalian untuk keluar. Misalnya salah satu contoh paling sederhananya ada dari artikelku sebelumnya mengenai Harute. Pilotnya adalah Allelujah Haptism. Karena dulunya dia seorang subjek penelitian yang gagal, mengharuskan dia pergi dari tempatnya, terbentuklah dirinya yang baru. Allelujah yang asalnya adalah orang pasifis, lebih pendiam, dan kurang lebih ramah. Tapi, karena situasi yang ada waktu itu membutuhkan sifat yang jauh lebih aktif/kekerasan dan ketahanan hidupnya, maka yang muncul adalah kepribadian keduanya, Hallelujah. Yang jauh lebih keras daripada dirinya. Berarti membiarkan segala apapun terjadi demi dirinya sendiri.

Ada salah satu teori yang mengatakan kalau kepribadian kedua adalah kepribadian kita yang sessunguhnya. Bahwa dari dalam diri kita yang sebenarnya, apa yang selama ini kita simpan, itulah diri kita. Tentu kalian pasti pernah berpikir kalau hal ini tidak asyik, hal ini membosankan, atau ini asyik, ini menyenangkan. Tapi itu semua pada saat-saat yang tidak tepat. Dan tentu saja sebagai manusia yang memiliki kehormatan dan harga diri, kalian menyimpan hal-hal itu. Terkadang saat kalian menyimpan hal itu, perasaan-perasaan itu masih ada di dalam diri kalian. Hanya saja kalian memutuskan untuk tidak mempedulikannya. Tapi, saat-saat tertentu, dalam keadaan tertekan atau sudah dalam penghujung tombak (berbeda dalam setiap orang), alam bawah sadar memutuskan untuk melepaskan itu semua. Bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang mengeluarkannya dalam bentuk lukisan, dalam aksi-aksi yang bisa dibilang orang membahayakan nyawa. Atau bahkan mengambil nyawa orang itu sendiri. Hal-hal seperti ini harus dicegah dengan cara membicarakan masalah-masalah yang ada. Kemudian mencari solusinya. Tentu, terkadang hal ini hanya bisa dicari sendiri, tapi tidaklah salah mencari solusinya dengan bantuan orang lain. Karena untuk menaiki gunung, terkadang kawan adalah hal yang kita butuhkan.

Yang bisa disimpulkan adalah, memiliki banyak kepribadian itu tidak baik. Kalian tandanya menjadi seseorang yang bukan diri kalian. Tentu, terkadang kalian harus bersandiwara di hadapan orang untuk menjaga nama baik seseorang. Atau bahkan menjaga integritas kalian sendiri. Tetapi, tidak harus begitu. Jika kalian memnag tidak suka, bilang saja. Keputusan memang ada di tangan kalian, dan apapun yang terjadi bersiaplah menanggung resiko yang ada. Tapi jangan sampai kalian tidak membicarakan apa yang ada di hati kalian. Kuncinya adalah keseimbangan. Kalian harus bisa seimbang dalam mengetahui kapan harus bicara, kapan harus diam, kapan harus mendengar, dan tentu saja kapan harus mengeluarkan hati kalian. Karena pada dasarnya semua manusia memiliki dasar-dasar ini. Hanya saja mereka tidak mau mengeluarkan hal-hal ini.


Wednesday, March 8, 2017

pengingat kematian


Aku tidak pernah mengerti kenapa banyak orang bilang sebuah upacara itu penting. Maksudku banyak orang mengetahui dan pastinya sudah diajarkan sebelumnya mengenai pentingnya masa lalu. Dan hal baik mengenai masa lalu. Tapi aku tidak pernah habis pikir mengapa orang-orang menghabiskan waktu mereka demi masa lalu, meskipun sudah jelas apa yang harus kita lihat adalah di depan sana. Masa depan.

Seperti misalnya saat ini, dimana manusia sudah memiliki kemampuan untuk membuat koloni diluar angkasa. Tapi, apa yang mereka pikirkan pertama kali koloni itu mau dibangun? Namanya. Ya, mereka memikirkan nama apa yang pas untuk koloni ini. Ada yang bilang kalau sebaiknya bernama Adam, karena ini adalah koloni pertama. Ada juga yang bilang kalau namanya lebih baik Colossus, karena koloni yang paling besar. Ada juga yang bilang namanya lebih baik Lagrange 3, karena posisinya. Dan tentu saja, hari selesainya koloni ini dibentuk orang-orang akan membuat “hari perayaan koloni”. Sungguh, hanya sebuah omong kosong menurutku. Karena, hal ini tidak penting.

“Jadi, menurutmu apakah sebaiknya kita mengikuti upacara koloni?”

“Kau saja, aku paling benci mengenai hal seperti ini.”

“Tidak pernah kau berpikir kalau upacara ini sedikitpun penting?”

“Tidak, upacara ini hanya ada supaya orang-orang mengingat mereka yang gugur dalam membangun koloni. Upacara supaya mereka mengingat kembali nama-nama yang telah tiada. Kau tahu kan kalau sebenarnya selama ini orang-orang tidak terlalu peduli terhadap masa lalu? Mereka hanya peduli terhadap masa sekarang dan selanjutnya. Karena masa lalu sudah hilang sekarang.”

“Tapi, jasa mereka yang gugur harus kita ingat sebagaimana kita mengingat mereka yang masih hidup.”

“Menurutmu yang mati meminta hal ini? Menurutmu yang mati meminta untuk selalu diingat oleh semua orang sepanjang waktu sebagai pahlawan yang abadi? Tidak, yang ingin hal ini hanyalah mereka yang hidup. Keluarga dari mereka yang mati meminta hal ini. Para petinggi meminta hal ini. Masyarakat juga meminta hal ini. Tapi untuk apa? Orang mati tidak meminta apapun lagi. Mereka tidak bisa.”

“Kau sudah bilang tadi, perayaan seperti ini tidak penting karena orang yang bersangkutan tidak meminta kan? Tapi bagaimana dengan mereka yang masih hidup? Pasti mereka ingin berterima kasih kepada orang yang mati. Tapi bagaimana cara mereka memberitahu orang yang mati itu kalau mereka berterima kasih? Doa? Atau kau mau tahu cara yang pastinya membuat semua orang kalau kita berterima kasih kepada mereka?”

“Doa mungkin tidak akan didengar oleh mereka, tapi upacara menurutmu bisa terdengar oleh orang yang mati?”

“Tentu saja tidak, ini hanya untuk mengingatkan kita kalau koloni ini ada, mengingatkan kita kalau koloni ini lahir dari mereka yang mati, dan mengingatkan kita kalau koloni ini bisa berdiri karena orang-orang seperti kita.”

“Maksudmu pekerja rendahan seperti kita?”

 “Ya, pekerja rendahan seperti kita memiliki peran besar dalam koloni ini. Dan mereka berterima kasih kepada kita.”

“Siapa? Para petinggi-petinggi itu?”

“Ya, dengar, upacara bukan hanya untuk mereka yang mati saja, tapi juga untuk yang hidup. Untuk mengingat yang mati dan mensyukuri yang hidup. Karena itulah banyak veteran perang masa lalu datang untuk bercerita mengenai pentingnya kehidupan dan kekuatan setiap orang.”

“Begitu ya, tapi bagiku upacara tetap sebuah alasan bodoh untuk mencuci uang kita.”

Menurutku masa lalu memang harus diingat, tapi bukan karena kita ingin mengingat jasa mereka yang telah tiada, tapi karena kita harus belajar dari mereka yang telah tiada. Mengetahui alasan mereka mati. Alasan mereka gugur karena apa. Dan kita bisa menjadi lebih baik. Masa lalu adalah hal itu, tempat untuk belajar kalau sebenarnya kita mati karena alasan ini dan itu. Dan kita harus belajar dari kematian-kematian itu.


Sesungguhnya hanya 1 hal yang baik dari masa lalu. Mereka hanya sejarah. Sejarah yang tidak akan terulang.

Knight of wisdom



Yang jelas, sesampainya kita di dokter Mainfried, Jack agak malu-malu. Sebenarnya meskipun tidak terlalu jelas aku tahu betul Jack menyukai dokter Mainfried. Aku juga pastinya menyukai dia, satu-satunya orang yang baik kepada kita dan ramah. Selalu mengerti keadaan apapun yang dimiliki. Mungkin supaya kita tidak melewati batas juga. Tapi betul, aku dan Jack merasa benar-benar nyaman saat berada di dekatnya.

“Jadi ada apa? Biasanya kamu hanya datang kesini kalau ada masalah. Ada masalah ya?”

“Ya, seperti yang kamu tahu dokter, Komandan menyuruh kami untuk membakar hal lagi.”

“Dan sekarang apa yang kau bakar?”

“Orang tentu saja, kamu tahu kan nasib tentara seperti kami.”

Hanya Komandan dan dokter Mainfried yang tahu kalau kami termaksuk tim elit operasi rahasia.

“Begitu ya, lalu apa yang membuatmu menyesal? Apakah karena orang-orang itu atau karena perintah dari komandan?”

“Mungkin kepada orang-orang itu. Jack berkata kita melakukan ini karena kita berdosa. Dan tuhan sendiri sudah mulai meninggalkan kita. Semua kematian yang kita hasilkan adalah dosa kita. Mereka tidak akan merasakan kepedihan lagi, sedangkan kita pastinya akan merasakan kepedihan terus-terusan.”

“Tidak pernah kamu berpikir untuk membiarkan orang-orang itu hidup? Bisakah kau melihat kalau mereka juga ingin hidup?”

Mata yang tanpa dosa itu. Mata yang berbinar-binar, berbicara kepadaku mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Sungguh, jika kujelaskan pasti dia tidak mau mengerti. Karena sebenarnya, baik dan benar itu tidak pernah ada. Yang ada hanyalah dirimu. Dan diriku saat ini masih berkata kamu.

“Ah, tidak-tidak. Kita hanya berpikir kalau mungkin mereka juga memiliki kesalahan. Aku sendiri juga memiliki banyak kesalahan, tapi karena kemampuanku ini, makanya orang-orang membutuhkannya.”

“Kekuatanmu dibutuhkan? Apakah betul kekuatan sepertimu dibutuhkan di dunia saat ini? Dunia yang seharusnya kita mengurangi sebanyak mungkin kekerasan dan kata-kata sebagai cara paling mulia untuk menyampaikan pesan.”

“Hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang sepertimu, dokter. Untuk orang-orang sepertiku, kekerasan adalah jawaban untuk semuanya. Tidak bisa kita berharap penjahat mengaku kalau kita tidak paksa dia melakukannya.”

“Selalu ada jalan keluarnya, selalu ada. Dengan orang yang memiliki kekuatan dan koneksi sepertimu, seharusnya kau bisa meyelesaikan banyak kasus. Dengan kemampuan sepertimu, kau bisa menyelamatkan orang, bukannya mengambil.”

“Aku juga berharap begitu, tapi situasi yang ada mengharuskanku berjalan dalam jalur ini. Jadi, mungkin itulah kutukan yang kudapatkan dari kekuatan ini.”

Kami berbicara sangat lama. Mungkin tanpa terasa sampai larut malam. Dokter membiarkanku menginap di rumahnya. Lagipula, jika bukan disini, dimana aku bisa tinggal? Apartemen tempatku tinggal sudah terbakar habis. Mungkin hal yang paling normal dilakukan orang adalah duduk dan tidur saja. Tapi Jack tidak, dia bangun sepanjang malam mencari cara untuk meluangkan waktunya dalam rumah dokter. Selama tidak menggangguku, tidak ada masalah. Dan aku benar-benar berharap dia cepat tidur. Karena meskipun orang itu benar-benar tajam dan teliti, dia kadang sering sekali menganalisis hal yang tidak perlu. Seperti misalnya saja dimana dokter meninggalkan jepit rambutnya. Hal itu benar-benar tidak perlu diteliti, tapi karena dia adalah Jack, dia pasti mencari tahu apa makna dibalik jatuhnya jepitan rambut itu. Dia memiliki pikiran kalau selama ini ada orang yang selalu memperhatikannya. Dan segala sesuatu yang terlihat acak sebenarnya petunjuk yang ditinggalkan orang itu. Sepanjang hidupnya ia habiskan mencari orang yang tidak ada. Terkadang aku penasaran bagaimana caranya ia bisa hidup dengan perasaan sedang diperhatikan. Kalau aku sih, tidak merasa hal itu penting. Sejak dulu hidupku selalu diperhatikan oleh orang, sehingga yang ada sekarang hanya rasa takut tidak diperhatikan. Tapi, dengan ada Jack, tidak mungkin aku tidak diperhatikan sekarang.


Andaikan orang-orang bisa hidup bersama dengan bahagia. Dengan mengerti satu sama lain. Orang sepertiku mungkin tidak akan diperlukan lagi. Orang kuat? Atau kejahatan yang dibutuhkan?

Friday, March 3, 2017

The great war

“Semua orang dalam perang memiliki fungsi dan perangnya masing-masing. Ada yang bertugas membawakan senjata, yaitu Logistik, lalu ada juga yang bertugas menyuruh sampah-sampah seperti kalian, yaitu aku, dan ada juga yang berfungsi sebagai pelaksana, yaitu kalian. Mungkin kalian berpikir orang brengsek macam apa yang bisa mencapai posisi ini, akan kuberi tahu orang macam apa, aku. Kita tidak akan berhasil kalau sampah seperti kalian tidak mau mengikuti apa yang kumau. Jadi, lakukanlah apa yang kusuruh tanpa kata-kata lain. Tanpa tapi maupun apabila. Mengerti!”
“Jika kalian membutuhkan barang-barang, silahkan hubungi bagian logistik. Jika kalian butuh arahan tempat, yang aku akan kaget jika sudah kuberi tahu tapi masih belum jelas, silahkan hubungi letnan kalian.”

Keseharian ini adalah hal yang sering dialami oleh tim seksi 6. Karena sekarang negara sedang dalam keadaan damai, yang bisa dilakukan hanyalah berlatih, berlatih, dan berlatih.

Dalam tim itu, sersan yang ingin memastikan keadaan berjalan dengan lancar selalu menunggu anak buahnya melakukan sesuatu yang salah. Dengan begitu ia bisa memperbaikinya. Selain itu terdapat juga orang-orang yang tugasnya membantu sersan, masalahnya seksi 6 tidak memiliki orang-orang yang cukup tegas saat membantu sersan. Sekalinya ada, mereka malah yang ada membuat sersan kewalahan. Mungkin niat mereka memang membantu, tapi karena mereka ada keinginan sendiri dan perasaan tersendiri (alias belum saling sepemahaman) jadinya ada banyak konflik. Tapi kekurangan-kekurangan ini akan menjadi pupuk untuk selanjutnya. Orang yang selanjutnya akan banyak pekerjaan adalah bidang logistik. Orang Logistik pekerjaannya hanya membeli barang dan meyiapkan barang untuk tentara mereka. Jika ada barang yang kurang, maka yang terjadi adalah kesulitan mereka dalam menjalankan tugas. Tapi terkadang, tentara selalu meminta hal yang agak mustahil, seperti drone antar kota. Untuk apa? Kita tidak sedang berperang dan situasi di lapangan tidak mengharuskan kita membawa drone. Jadi untuk apa? Motto kita adalah “adaptasi diatas segalanya”. Artinya tentu saja sudah jelas, adaptasi.

Selama ini orang-orang selalu berpikir kalau perang hanya dapat dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Tapi tidak, perang dimenangkan oleh orang kuat, jumlah, dan tempat mereka bertarung. Itu prinsip sederhana. Jika tempat yang ada sempit, maka lebih sedikit orang lebih efektif. Apabila tempatnya luas, tentu saja harus menyiapkan orang lebih banyak. Hal-hal seperti ini selalu harus dipikirkan oleh orang-orang.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan kapten?”


“Lakukan saja”. 

Wednesday, March 1, 2017

Knight of Virtue

“Menjadi kesatria ternyata tidak enak ya, Jack.”

“Ya, memang menjadi seorang kesatria membutuhkan banyak sekali dedikasi dan keinginan. Kau tidak bisa tiba-tiba ingin menjadi kesatria dan saat bosan meninggalkannya.”

“Ya, tapi aku tidak pernah membayangkan jadinya akan seperti ini. Tidak pernah terbesit dalam pikiranku bahwa ini adalah pekerjaan seorang kesatria.”

“Membunuh orang? Ini memang salah satu pekerjaan mereka. Pekerjaan kita.”

Memang, bayangan seorang kesatria berbeda jauh dari apa yang kita inginkan. Kalian pikir kesatria seperti kami memiliki hal yang dinamakan kehormatan? Memiliki apa yang dinamakan tata cara bertarung? Saat kau di medan perang, semua itu tidak ada. Tidak ada yang bernama kode kehormatan, tidak ada yang dinamakan sifat kesatria. Yang ada hanyalah bunuh atau dibunuh. Tapi meskipun hal itu harus kau ingat baik-baik, aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan menjadi pembunuh 25 orang. Orang-orang yang kuat dan terhormat. Orang-orang yang melindungi kami dan memberikan kami makanan. Aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi.

“Apakah kita akan dihukum Jack? Dihukum oleh tuhan diatas sana?”

“Tuhan? Menurutmu dia ada? Dalam dunia ini dimana kau membunuh atau dibunuh? Dimana setiap saat kau berdoa seharusnya kau mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap kematian?”
“Ya, tepat sekali.”

“Jika Tuhan memang ada, maka pria dan wanita ini tidak akan mati. Mereka masih hidup dan meneruskan cerita mereka. Mereka bisa dengan senang bercanda ria. Tapi kita, kita membuat mereka mati. Dan jika memang tuhan ada, seharunya kita sudah mati sebelum pedang ditarik. Sebelum ada niat untuk membunuh mereka, sebelum kita lahir. Tapi tetap saja, tuhan membiarkan kita membunuh mereka. Membuat darah mereka manjadi bunga yang indah.”

“Begitu ya, jadi kita mau kemana sekarang Jack?”

“Sekarang? Komandan tidak menyuruh kita untuk melakukan apapun selain membunuh orang-orang ini kan? Mungkin jika kita memalsukan kematian kita bisa kabur, atau langsung saja kabur.”

“Lebih baik kita langsung pergi saja, aku sudah muak menjadi seorang kesatria. Ini bukanlah bayanganku.”

“Bayanganmu apa? Menjadi seorang pahlawan? Hah, tidak mungkin bisa. Kecuali kau memiliki pangkat seperti komandan, yang kau impikan itu tidak akan terjadi.”
“Apa? Dunia tanpa konflik?”

“Ya.”

“Haha, kau masih muda, teruslah bermimpi. Sekarang ini yang ada hanyalah dunia penuh konflik. Dan aku ragu apakah akan selesai dengan cepat atau tidak.”

“Haah, ya sudah, sekarang mau kemana kita?”

“Bagaimana kalau kita pergi ke rumah dokter Mainfried? Dia pasti mau menerima kita dengan keadaan yang seperti ini.”

“Sepertinya asyik, ayo kalau begitu.”


Selama perjalanan aku masih tidak bisa berhenti berpikir, mengapa dunia begitu kejam? Mengapa makhluk yang orang-orang bilang paling agung dan kuat seringkali tidak membantu mereka yang membutuhkan? Apa alasannya? Supaya manusia bisa membantu diri mereka sendiri dan dengan begitu mereka terselamatkan? Ini bukan diselamatkan, tapi menyelamatkan namanya. Terkadang aku bingung apa yang mereka ingin lakukan. Apa kematian inilah yang dinamakan dosa? Lalu aku adalah malaikat yang membayar dosa itu? Atau sebenarnya apakah aku sendiri yang melakukan dosa itu? Dan mereka yang matilah bayarannya? Pertanyaan-pertanyaan ini sungguh-sungguh. Membingungkan. 

Thursday, February 23, 2017

Colony Or Mars?

Menurut kalian apa yang lebih baik? Membuat koloni di luar angkasa atau membuat koloni di Mars? Pertanyaan ini terus menerus menganggu pikiranku sepanjang hari. Karena jika memilih lebih enak mana, mungkin koloni luar angkasa lebih enak. Tapi untuk masalah pembangunan dan kerumitannya, pembangunan koloni luar angakasa jauh lebih sulit. Bukan berarti membuat koloni di Mars tidak sulit, tapi karena Mars sudah ada tanahnya dan tinggal digarap sesuai mau kita, untuk membuat koloni di luar angkasa kita harus membuatnya dari nol. Mulai dari pembuatan sistem bagaimana cara manusia bisa hidup di koloni. Tapi, di Mars juga kita harus memikirkan mengenai cara melindungi diri dari badai malam hari.

Di luar angkasa, salah satu kemudahannya adalah kita telah memiliki sebuah koloni atau semi koloni, yaitu ISS (menurutku). Karena disana manusia bisa hidup selama bertahun-tahun tanpa harus turun ke bumi walaupun masih membutuhkan suplai oksigen dari Bumi. Selain itu, ISS juga mengikuti bumi, oleh karena itu tidak bisa independen sepenuhnya. Sedangkan Koloni harus bisa independen sepenuhnya karena bumi tidak bisa terus-terusan mensuplai oksigen kepada koloni-koloni apabila kita sendiri makin lama makin kekurangan oksigen. Selain itu, untuk menciptakan koloni bukan puluhan atau ratusan meter, tapi sampai 16 Km lebih. Dan untuk mendapatkan bahan supaya bisa membuat benda itu butuh banyak biaya. Darimana? Kita dan sumbernya tentu saja bulan itu. Atau asteroid kalau bisa. Tapi, enaknya adalah kita sudah bisa mulai membuatnya sekarang dengan ukuran yang mungkin tidak terlalu raksasa seperti yang diatas, sekitar 1 Km. Tapi dengan syarat kita sudah bisa menemukan cara untuk menambang besi di Bulan.

Kalau di Mars, salah satu kekurangan terbesarnya adalah kita harus mentransformasi Mars untuk bisa menjadi seperti bumi. Dan prosesnya tidak berlangsung selama setahun saja, tapi bisa berpuluh-puluh tahun. Selain itu apabila ingin langsung ditinggali, maka kita harus membuat bangunan-bangunan dan koloni disana. Yang kurang lebih belum bisa independen alias masih butuh bantuan dari Bumi. Tapi, kalau proyek kolonisasi Mars yang direncanakan Elon Musk berhasil, Mars bisa menjadi pilihan kita selanjutnya. Karena untuk pergi ke Mars dengan teknologi sekarang kita butuh sekitar 6 bulan. Tapi, untungnya jika di Mars kita bisa langsung menginjak tanahnya dan langsung mulai menggarap bagaimana cara orang hidup disana.

Menurutku pilihan paling baik adalah membuat koloni di luar angakasa. Karena koloni di luar angkasa apabila ingin dibuat bisa lebih cepat daripada koloni di Mars. Tapi, tentu saja membutuhkan dana yang jauh lebih besar daripada misi ke Mars karena, koloni luar angkasa. Mereka memiliki ukuran 16 Km. Ayolah. Jadi bagaimana?


Phase Shift

Sekarang aku ingin mnceritakan kepada kalian tentang Gundam. Karena seperti yang kalian tahu, aku adalah fans berat Gundam.
Suda dulu soal basa basinya, mari akan kujelaskan tentang teknologi phase shift armor.
Seperti yang namanya berikan, phase shift armor adalah baja atau besi khusus yang bisa mengubah tingkat kekerasan mereka sesuai kebutuhan yang ada. Salah satu mobile suit yang memakai teknologi ini adalah seri Gundam. Lebih tepatnya serial dari g project. Karena semua mobile suit dari  g project memiliki teknologi supaya mereka lebih kuat saat melawan ZAFT.
Bagaimana cara phase shift bekerja? Mereka mengubah kekuatan baja merek dengan memberikan tenaga kepada armor. Tapi, tenaga yang diberikan tidak bisa terus menerus dinyalakan karena mobile suit yang menggunakan teknologi ini phase shift dapat menyala dengan baterai, waktu berjalan mobile suit dengan phase shift hanya 30 menit. Tapi, selama 30 menit itu, mobile suit ini kebal terhadap seluruh senjata proyektil dan fisik. Salah satu kelemahannya lagi adalah mereka tidak terlalu kuat apabila menahan serangan laser, karena teknologi laser di saat itu mampu menghilangkan atom-atom. Sehingga besi sekuat apapunbtidak dapat menahan serangan itu kecuali yang diberikan lapisan khusus.

Selain phase shift armor ada lagi yang dikembangkan, namanya trans-phase shift armor. Pada dasarnya sama, akan tetapi diatas phase shift armor ditambah lapisan pelindung. Yang apabila lapisan pelindung itu telah luruh, maka phase shift armor baru bisa menyala. Sistem ini dikenal jauh lebih hemat energi.

Variable phase shift armor juga variasi lain dari phase shift armor. Di variable phase shift armor besinya bisa diatur tingkat kekerasannya, sesuai kebutuham. Sehingga apabila sedang ingin bertarung jangka panjang, maka tingkat kekerasannya harus diatur lebih rendah supaya penggunaan energi lebih sedikit. Apabila ingin cepat selesai, maka tingkat kekerasannya dinaikkan. Tapi meskipun begitu, pemrograman untuk baja ini masih harus dilakukan sebelum keluar dari kapal induk. Walaupun ada mobile suit yang bisa mengubah kekerasan besinya kapan saja.

Phase shift armor memiliki fungsi selain melindungi dan menjadi eksterior mobile suit saja, tetapi bisa juga menjadi besi untuk senjata, sepeti pedang yang solid. Dengan menggunakkan phase shift armor, tingkat ketajamannya bisa ditingkatkan lebih jauh, walaupun energi yang dipakai akan lebih banyak. Selain itu, phase shift armor juga bisa menahan panas sampai derajat tertentu, walaupun untuk memasuki atmosfir, mereka masih kuat menahan panas dari gesekan.


Cara Phase shift armor bekerja masih ambigu karena tidak terlalu dijelaskan, akan tetapi pada umumnya, mereka menggunakkan listrik untuk memperkuat besi mereka. Menurutku sendiri cara besi-besi itu bereaksi menggunakan magnet. Jadi, apabila terdapat proyektil yang menyerang mereka dan menvoba mencerai-berai pelat besi yang ada, maka listrik itu akan langsung memberikan kekuatan listrik yang besar saat terkena pukulan dan langsung menarik kembali besi-besi yang mencoba tercerai itu.

Wednesday, February 22, 2017

Net

Selama bertahun-tahun aku berusaha mengerti manusia. Lebih tepatnya mereka yang hidup selain diriku. Aku masih tidak mengerti mengapa mereka semua tidak bisa hidup bersama dengan penuh harmoni. Kita semua memiliki keinginan masing-masing dan kita semua memiliki keinginan sendiri. Tapi tidak pernah dalam hidupku aku melihat ada orang yang mengerti satu sama lain. Yang ada hanyalah mereka mencoba mengerti satu sama lain, tapi sungguh, apa yang mereka ingin mengertikan hanyalah sebuah ilusi. Semua orang hanya mendapatkan sedikit dari apa yang mereka mau. Sedikit saja demi orang lain supaya bahagia. Tapi apakah ini yang seharusnya terjadi? Bukankah setiap manusia diberikan keinginan untuk memenuhinya?

Karena pertanyaan-pertanyaan bodoh itulah aku berubah menjadi seperti sekarang. Seorang tuhan. Atau mungkin lebih tepatnya apa yang ada didalam semua orang saat ini. Aku telah melihat semua keinginan terpendam mereka dan apa yang bisa kulakukan untuk mereka. Lebih tepatnya mereka melakukan apa yang kuinginkan. Karena pada dasarnya semua hal yang ada terlalu mudah saat ini. Kau ingin apapun pasti akan langsung tersedia. Jika pertanyaan adalah hal yang kau inginkan maka akulah jawabanmu. Semua yang ada didunia ini telah kusediakan. Memang bayaran dari kekuatan yang sungguh besar ini adalah badanku, tapi tanpa badanku aku sudha mengendalikan kalian semua para manusia. Karena pada dasarnya kalian hanyalah domba. Dan akulah pengembala kalian.


Tapi, seperti semua cerita yang ada tidak akan menarik jika kita tidak memiliki lawan bukankah begitu? Karena itulah aku menciptakan teman baikku. Dia berfungsi hanya satu, membenci, melawan, dan membenci semua yang ada. Tugas yang mudah dan pas untuknya. Tapi sayangnya dia tidak mau. Padahal hal itu sungguhlah mudah, bukankah semua yang manusia lakukan selama ini hanya membenci dan melawanku, tuhan yang maha agung? Sungguh hal yang memalukan! Dia hanyalah makhluk hina lagi yang kuciptakan. Tapi, mungkin inilah apa yang sebenarnya terjadi. Dengan aku memberikannya peran untuk membenciku, maka yang ada ialah dirinya yang benci kepada diriku. Dia akan menceritakan kalimat sessunguhnya dan apa yang terjadi? Tidak apa-apa. Mereka tidak bisa percaya informasi palsu dari dia. Ha ha, sungguh kekuatan ini luar biasa sekali. Kekuatan untuk menjadi jaringan itu sendiri.

Loop-ty-loop

Manusia diciptakan dengan rasa ingin tahu dan tingkat kepintaran yang tinggi. Mereka bisa mengubah alur sungai, membelah gunung, menerangkan malam, dan menghidupkan tanaman. Mereka bisa pergi dari satu tempat ke tempat lain tanpa membuang tenaga. Mereka bisa menciptakan cara untuk mengambil matahari. Tapi dengan semua ini apa yang mereka lakukan? Mereka mengambil cara untuk mengurangi diri mereka secepat mungkin dan seefisien mungkin. Bisa jadi karena bumi yang sudah penuh ini mereka muak dengan diri mereka sendiri. Karena itulah yang patut dilakukan adalah mengurangi diri mereka sendiri. Dengan begitu semua orang bisa membangun kembali.

Tapi yang tidak mereka sadari adalah siklus ini sudah berulang sejak awal manusia ada. Sejak zaman Adam sampai perang dunia. Dan setiap kali siklus itu ada, manusia menambah jumlah mereka 2 kali lipat. Tidak pernah mereka merasa kalau sebenarnya hal ini telah terjadi. Setelah beribu-ribu generasi baru mereka merasakannya. Mereka baru berpikir kalau diri mereka sudah terlalu banyak. Jadi yang sekarang mereka lakukan apa? Jika mereka mengurangi diri mereka sesedikit mungkin menjadi hanya 2 orang, yang terjadi adalah perang besar. Perang antara manusia yang ingin menjadi 2 orang itu. Banyak yang menjadikan dirinya dewa. Dewa-dewa yang pantas untuk mereka. Karena bagaimanapun juga, manusia pada dasarnya ingin selamat. Mereka ingin meneruskan kembali hidup mereka.

Bertahun-tahun perang itu berlangsung dan pada akhirnya semua orang mulai kehabisan akal untuk meneruskan hidup mereka. Jadi, yang mereka lakukan adalah rencana paling mengerikan. Mereka menciptakan manusia yang secara khusus ada untuk menyimpan jiwa manusia yang ada sekarang ini. Tapi dengan begini manusia hanya memberikan beban yang ada kepada mereka. Kepada para manusia ini. Sama saja dengan kabur.


Bagaimanapun juga setelah 3 tahun mereka menunggu saat manusia buatan ini berdiri, barulah kita sadar. Bahwa pada dasarnya kita hanya mengulangi siklus yang sama berulang kali. 

Wednesday, February 15, 2017

Honor


Dalam hidupnya yang sekarat seorang pria datang ke sebuah tempat. Tempat itu tidak terlalu besar maupun kecil. Cahaya yang ada agak redup tapi tidak terlalu gelap. Terdapat banyak tanaman disana yang warnanya hanya hijau, tiada bunga maupun buah. hanya dedaunan. Dan diujung tempat itu ada seorang lelaki duduk melihat ke angkasa. Setelah beberapa saat ia memperhatikan pria yang sekarat ini. Dia kemudian mengajaknya duduk disebelahnya.
Setelah pria yang sekarat itu duduk baru dia bertanya
“Mengapa kau bisa ada disini? Kau sekarang bisa saja berjalan bersama kekasihmu di pantai. Atau bahkan bermain bersama kawan-kawanmu. Tapi kau disini. Apa yang membuatmu disini?”
“Aku disini karena negaraku. Kami berperang karena negara kita memiliki sistem yang sangat bagus. Kita bisa membawa negara lain sepeti kita juga, jadi mengapa tidak?”
“Kenapa? Kenapa kau memaksakan kehendakmu kepada orang lain? Tidak bisakah kalian saling memahami satu sama lain? Tidak pernahkah kau berpikir kalau negara lain hanya ingin menjalankan kehidupan mereka?”
“Itulah yang ingin kita lakukan, menyamakan pendapat. Menyamakan kedudukan. Menyamakan perasaan. Dengan begitu kita sebagai manusia baru bisa hidup berdampingan. Mungkin kita memiliki ego masing-masing. Tapi perang ini akan menghilangkan ego itu. Dengan hilangnya ego dan keinginan barulah dunia penuh persatuan bisa ada.”
“Kau tidak mengerti ya fungsi dari ego dan keinginan kalian? Ego ada supaya manusia bisa mengendalikan diri mereka, sebagai bentuk kebebasan, keinginan juga. Tapi dengan hilangnya hal itu maka artinya kalian hidup dalam penjara.”
“Tapi, demi persatuan seluruh umat manusia maka aku rela memberikan ego dan keinginan milikku.”
“Ya sudahlah, aku disini hanya ingin menanyakan alasanmu mati. Kau tahu kan kalau tempat ini adalah akhir hidupmu?”
“Ya, yang ingin aku tanyakan adalah apa bisa aku hidup kembali dan berjuang?”
“Bisa, bagaimanapun juga ini hanya akhir hidupmu yang sekarang, nanti siapa yang tahu?”
Dan pada akhir kalimat itu pria yang sekarat langsung menghilang.
“Ternyata seorang tentara di medan perang berfungsi sebagai lebah saja ya. Sekarang apa yang terjadi apabila aku bertanya kepada seorang samurai?”


Pada malam hari yang dingin, disana seorang samurai berdiri dan berjalan menuju obor. Dari obor itu datanglah seorang pria dengan rambut putih dan topeng Tengu. Dia menghampiri samurai itu dan bertanya
“Kau tahu ada dimana?”
“Tidak, tapi aku kedinginan dan untungnya ada obor ini. Kau mengapa ada disini?”
“Aku hanya tiba-tiba lewat dan bertemu denganmu, jadi apa alasanmu untuk hidup?”
“Aku, haha mungkin untuk bertarung? Dari kecil yang kutahu hanyalah bertarung. Ayahku seorang Samurai dan seumur hidupku aku berusaha melewatinya. Sampai pada umurku yang 20 aku berhasil melewatinya.”
“Dan tujuanmu dalam hidup ini apa?”
“Mencari lawan terkuat dan kalau bisa ya menyatukan seluruh negeri.”
“Lalu jika kau kalah bagaimana?”
“Lebih baik aku mati mencoba daripada hidup menanggung malu yang ada.”
“Benarkah itu yang kau mau? Kau berani mati memegang keyakinan milikmu sampai mati. Tidak sedikitpun kau ingin hidup?”
“Hidup dalam rasa malu? Siapa yang ingin. Aku ingin mati dengan penuh hormat. Tidak peduli apa yang terjadi pada tubuhku selanjutnya, toh aku sudah mati ini. Lebih baik jika kau ingin mencari orang yang tepat, jangan pernah incar samurai. Mereka tidak akan pernah membuang keyakinan mereka.”

“Menarik.”

Monday, February 13, 2017

Log

Minggu ini, kelompok petualang besar pulang dari Nuart[e]. Galeri milik seorang seniman bernama Nyoman Nuarte. Di tempat ini kita mendatangi sebuah seminar bernama Sarasehan: “Nilai-nilai tradisi dalam seni rupa kontemporer”. Dalam namanya saja sudah dapat disimpulkan bahwa pertemuan ini tentang nilai tradisi. Nilai tradisi apa yang bisa ditemukan dalam seni kontemporer dan nilainya. Nilai dari seni tradisi. Karena, jika kita melihat seni rupa kontemporer dari barat, yang dilihat adalah sisi dari artistik dan tentu saja makna yang ada. Biasanya lebih mudah terlihat daripada seni tradisional kita.

Jika kita membandingkan karya patung milik Auguste Rodin dengan karya pewayangan pasti sangat jauh bedanya. Misalnya saja dari karyanya yang terkenal, the thinker. The Thinker yang berada di gerbang neraka. The Thinker memiliki banyak sekali interpretasi, tapi yang menurutku menarik adalah dia itu seorang pria yang memikirkan segalanya di gerbang neraka. Biasanya patung ini dibuat untuk melambangkan filosofi. Badannya yang telanjang dapat melambangkan puisi dan posisinya melambangkan orang yang pintar. Walaupun menurutku dia seperti orang yang memikirkan semua perbuatan masa lalu. Tapi, dari contoh ini kita bisa tahu apa bedanya. Dimana? Tentu saja dalam bentuknya. Kebanyakan wayang bentuknya datar, 2 dimensi tapi bisa dilihat dari 2 sisi. Sisi pertama apabila dimainkan memperlihatkan dia datang dari kanan, seorang pahlawan. Seperti misalnya saja Yudisthira yang baik. Dia adalah orang yang sangat suci saking sucinya darahnya berwarna putih, tapi apa benar dia orang yang sangat suci? Yudisthira terkenal menyukai judi (bukan perbuatan suci) dan perang Baratayuda diakibatkan olehnya. Dia memakai istrinya, Drupadi sebagai bentuk pembayaran. Tentu saja dia kalah dan istrinya menjadi milik Kurawa. Walaupun akhirnya Drupadi dengan sumpahnya akan mandi darah Kurawa. Hardcore. Tapi, dari sini kita bisa melihat Yudisthira dari 2 sisi, baik dan buruk. Dari kanan dan kiri, dualisme manusia. Bukan berarti karya 3d Rodin tidak menjelaskan, tapi mungkin jika digali maknanya tidak sesulit wayang.

Lalu pada hari jumat kita hanya melakukan kegiatan biasa, berdiskusi untuk minggu depan.
Pada hari Senin, disini semuanya menarik. Karena di hari ini, kita bermula di Bagus Rangin dan berakhir di Bagus Rangin. Disini kita hanya belajar tentang matematika dan ada yang ipa juga. Ada yang memilih untuk membaca buku. Kebanyakan teman-teman yang berada di Bagus Rangin terlihat ingin segera menyelesaikan hari itu, walaupun ada juga yang tertarik dan diam lebih lama. Meskipun sangat langka. Tapi, semuanya terlihat bahagia.

Pada hari selasa, dimulailah minggu penuh kegiatan, hari itu dimulai dari taman Film. Dimana kita mencoba untuk berlatih drama di depan umum. Memang, butuh matinya urat malu supaya bisa, dan kita semua bisa. Bersama Kak Nura kita belajar drama dan tarian. Apakah sulit? Tanyakan sendiri kepada kita di KPB SMIPA, dimana malu tidak ada dan keberanian untuk berbicara kepada orang umum itu nomor satu. Kembali lagi, siangnya basecamp Smipa adalah tempat kami selanjutnya. Disana kita akan berlatih Yoga. Betul kawanku, Yoga. Senam legendaris milik India yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Yoga ini memang salah satu kelas paling sulit milik KPB dan guru yoga kita, Ibu Yuli. Julie? Juli? Pasti salah satu dari itu. Kelas ini berlangsung selama (kita tidak sadar) 2 jam. Betul, 2 jam lamanya atau kita persiapannya yang lama. Banyak sekali efek yang kita dapatkan dari Yoga, karena ternyata manfaatnya tidak hanya satu, tapi ratusan ribu.

Sekarang kita sampai di hari Rabu, hari yang betul-betul indah. Karena kita kedatangan tamu dari Australisa bernama kak Nico. Dia adalah seorang doktor dalam bidang mikrobiologi dan teman dari Deddy Corbuzier. Disana dia menceritakan tentang pentingnya membuat sistem ketahanan pangan di Indnesia, disana dia bercerita panjang lebar mengenai sistem sawah yang ia miliki. Disana dia membuat sistem yang mirip dengan sistem pertanian berlanjut. Atau mungkin sama. Intinya adalah mengembalikan fungsi alam kepada sawah. Karena pada dasarnya juga, kita hanya memanfaatkan tanah yang ada dengan merusaknya. Dalam ceritanya yang betul-betul kaya pengathuan, hal itu mengunggah hati kita semua. Keinginan untuk mengubah cara pandang kita dan jalan hidup kita. Setidaknya itu membuat saya menjadi ingin bercocok tanam. Memang, sistem yang ia kembangkan lebih mahal daripada sistem lainnya, tapi bisa jadi itu lebih menguntungkan daripada sistem yang menggunakkan zat-zat kimia.

Itu saja untuk petualangan kita minggu ini, kali ini kau sudah membaca laporan minggu ini.

Terima kasih


Tim penulis Blog.

Wednesday, January 25, 2017

Fear

Jadi pada hari selasa, aku merasakan rasa takut. Rasa takut yang mungkin sudah pernah dialami semua orang, rasa takut untuk mati. Kemudian dulu aku pernah merasakan rasa takut yang jika dipikir-pikir lagi, sekarang rasa takut itu sangatlah bodoh, yaitu takut untuk berbicara dengan wanita. Ya, jujur saja aku terkadang masih memiliki masalah dalam berbicara kepada wanita. Tapi, pertanyaannya adalah mengapa kita bisa takut kepada hal? Mengapa rasa takut itu ada? Mengapa kita merasa resah ketika takut?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, aku mencoba mencari jawabannya di dunia besar kita. Internet. Disana aku menemukan banyak sekali jawaban mengenai mengapa kita takut, apa fungsi dari rasa takut, dan apa saja yang terjadi saat kita takut.

Salah satu jawaban yang paling kusukai berasal dari Karen Walker, dia bilang kalau rasa takut itu berguna untuk kita memprediksi apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya. Dan, berdasarkan pengalamanku sendiri, itu benar. Aku pernah beberapa kali berpikir sepertinya aku akan gagal besar dalam acara ini, atau aku sepertinya tidak akan pernah berhasil berbicara di depan umum. Dan ternyata itu terjadi.

Jadi, bagaimana rasa takut bisa terjadi?
Pada dasarnya, rasa takut berasal dan terjadi dari pengalaman atau kejadian yang tidak ketahui. Atau mungkin bahkan pernah kita rasakan sebelumnya yang memiliki pengaruh buruk. Selain itu, rasa takut ternyata bisa berasal dari tingkat genetis. Kita lebih mudah takut terhadap ular daripada kita takut terhadap deodoran. Mungkin Ular itu tidak pernah melakukan apapun terhadap kita, tapi karena dari zaman leluhur kita, ular pernah membuat banyak kematian kepada manusia, maka rasa takut ini ditanam. Tapi, ini tidak selalu terjadi. Terkadang di beberapa daerah (contoh) India, mereka tidak takut terhadap ular. Mengapa? Ternyata leluhur mereka dari dulu bisa mengendalikan ular. Jadi, bisa dibilang rasa takut itu diturunkan dan tergantung daerahnya saja.

Rasa takut setelah diteliti ternyata kebanyakan berasal dari daerah depan otak kita. Jika kita kehilangan bagian itu, maka kita tidak akan merasakan takut lagi, tapi juga kita tidak akan mengingat banyak hal lagi. 

Aku juga menonton sebuah acara dari Jia Jiang tentang pengalamannya yang berisi penolakan selama 100 hari. Jadi, selama 100 hari dia harus mencari penolakan dari orang manapun. Maka, yang ia rencanakan adalah cara supaya orang mau menolak dia. Salah satunya adalah meminta uang 100 dolar kepada orang asing. Saat ditanya mengapa dia ingin meminta 100 dolar, respons utamanya adalah lari. Ini juga salah satu perilaku yang unik, yaitu lari. Kita lari saat kita ingin mengejar sesuatu atau saat kita ingin kabur dari suatu kejadian. Dalam kasus ini, saat ditanya kenapa dia meminta uang 100 dolar. Dalam kondisi ini, badan kita secara insting langsung memiliki kondisi pilihan, yaitu melawan atau kabur. Dan seringkali dalam kasusku, aku memilih kabur. Saat kabur, tentu saja kita menghilangkan kesempatan atau keterkaitan apapun terhadap suatu kejadian. Tapi, saat kita melawan kita bisa mendapatkan 2 ujung, yaitu menang atau kalah.

1 lagi cerita menarik yang kudapat berasal dari Karen Walker. Dia bercerita tentang kapa Sussex yang berlayar. Mereka diserang oleh sekawanan paus sperma dan harus segera berlabuh. Ada 2 kemungkinan tempat mereka berlabuh, yaitu 1 di pulau yang dekat namun dikatakan berisi orang kanibal, atau 1 lagi pergi ke Amerika selatan yang lebih jauh. Karena mereka benar-benar takut dengan orang-orang kanibal itu, akhirnya mereka berlayar menuju Amerika selatan. Dalam perjalanan mereka, akhirnya makanan mulai habis dan pada akhirnya beberapa mulai menghabisi kawan-kawannya. Saat ditemukan hanya tinggal setengah kru lagi. Setelah diteliti jalur mereka, ternyata jika pergi menuju pulau yang dikira kanibal itu, mereka akan tiba di Tahiti.

Jika melihat dari hasil yang seperti ini, rasa takut mungkin lebih tepat dibilang sebagai rasa yang menahan kita. Tapi bukan. Sama seperti semua perasaan yang ada, rasa takut di desain untuk kita bisa bertahan hidup. Tanpa rasa takut kita mungkin akan berjalan tanpa melihat kanan dan kiri jalan. Kita mungkin berjalan di pinggir jurang, walaupun kita tahu jurang itu dalamnya lebih dari 100 meter. Beberapa dari kalian melihatnya sebagai hal yang mungkin positif, seperti “tanpa rasa takut aku bisa mengajak dia pergi” atau “Tanpa rasa takut aku bisa menjadi tentara yang lebih efektif”. Tidak, tidak bisa seperti ini.

Rasa takut memang akan membelenggu kita, tapi bagaimana cara kita melepaskan diri dari rantai takut ini? Ada beberapa cara, yaitu:

1. Cari orang yang lebih tahu atau setidaknya tidak takut pada hal itu. Dengan begitu, kau bisa melihat bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah itu dan nantinya kau sendiri bisa melakukannya.

2. Jangan terlalu dibesarkan, jika kau melihat akibat atau dampak yang akan terjadi, maka kau akan terbelenggu selamanya. Jadi, cara yang tepat adalah bagaimaan mengatasi situasu ini tahap-demi-tahap. Dengan begitu kau bisa tahu apa yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena apa yang akan terjadi bukan berada di kendali kita maupun orang lain. Mengalir begitu saja.

3. Rasa takut itu kebanyakan hanya ilusi dan yang ada hanya menghambat kita. Jadi, salah satu jalan yang paling tepat adalah berpikir realistis. Walaupun iya kamu sedang berada dalam titik paling menakutkan. Misalnya terjebak dalam hutan. Kau harus bisa berpikir realistis, kenali lingkungan sekitar dan coba amati apa bahaya yang bisa ada. Kemungkinan kebanyakan bahaya berasal dari diri kamu sendiri, jadi coba lihat dengan benar dan adaptasi.

4. Ingat juga kalau kamu tidak akan bisa kabur dari rasa takut, yang harus dilakukan bukanlah mengeliminasi rasa takut, tapi coba pahami dan lewati rasa takut itu. Rasa takut akan tertabrak di jalan itu pasti ada, tapi bagaimana cara kita mengatasinya itu lebih penting.

Rasa takut akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Kita bisa meminta bantuan orang, pergi dari rasa takut itu, atau bahkan mencoba melawannya. Tapi kau harus ingat selalu, rasa takut ada untuk membantumu, walaupun rasanya tidak enak kita harus menerimanya. Karena bagaimanapun juga, tanpa rasa takut kita tidak bisa berdiri di tempat ini.

Dan dalam pencarianku mencari apa itu rasa takut, aku menemukan sebuah peta kesadaran manusia. Peta ini dibuat oleh David R.Hawkins. Seorang Filusuf dari Amerika Serikat. Dia bercerita bagaimana manusia bisa berkembang dan tahapan-tahapan yang ada dalam kesadaran manusia. Intinya adalah melihat diri kita sudah sejauh apa kita maju. Jika kalian tertarik dengan hal itu, linknya ada dibawah beserta penjelasan.



Sumber:

David R.Hawkins map

Legilis

“F, menurutmu apa menurutmu orang-orang saat ini sombong?”
“Maksud kau apa? Mereka menyombongkan kekayaan mereka? Atau mereka berteriak kepunyaan mereka?”

“Bukan, bukan itu. Maksudku apakah mereka tidak peduli dengan yang lain? Dengan orang lain atau dunia yang mereka injak? Kalau aku melihatnya selama ini mereka terlalu peduli dengan diri mereka sendiri. Tidak peduli dengan apapun selain mereka. Apa kau melihat itu sebagai suatu kewajaran?”
“Tidak, memang menurutku ini adalah suatu kesalahan. Tidak boleh ada orang yang melupakan darimana mereka berasal, tapi apakah kita memiliki hak untuk mengingatkan mereka? Karena bagaimanapun juga kita bekerja di perusahaan bumi, dimana sebenarnya kita menghancurkan bumi, bukannya menyelamatkan bumi.”

“Betul juga, mau kau keluar bersamaku dari perusahaan ini? Mencoba membuat manusia ingat kembali dimana mereka tinggal?”

“Baiklah, ayo kita lakukan, lagipula aku tidak suka juga dengan tempat ini.”

Dan begitulah, aku dan F pergi dari perusahaan itu. Berasal dari 1 gagasan sederhana untuk mengingatkan manusia dimana mereka tinggal. Dari ide sederhana saja, aku pergi meninggalkan bumi. Kami pergi menuju Mars, dimana mereka bilang kesempatan berada. Disana masih kosong, tapi menurutku itulah tanah peluang.

Selama 3 tahun aku dan F bekerja dengan keras mencari cara untuk memberitahu manusia kalau Bumi itu snagat indah dan harus dilindungi. Mungkin Mars memang pilihan kedua, Koloni-koloni juga mungkin solusi yang tepat. Tapi darimana semua udara itu datang? Darimana asal air itu? Semuanya dari Bumi.

3 tahun itu hanya dihabiskan mencari sumber daya dan tenaga kerja untuk membantu proyek kita. Kebanyakan dari mereka sama seperti kamu, pionir. Untung saja semuanya memiliki pandangan yang mirip, mereka ingin mengubah pandangan manusia terhadap bumi. Dan bagaimana cara kami memperlihatkannya? Dengan membuat mereka melihat diri mereka sendiri.


Setiap hari kelompok Belajar 7 berjalan berkeliling kota mencari ilmu. Metode yang dimiliki mereka memang eksperimental, tidak ada ruangan tertutup untuk mempelajari ilmu, yang ada hanyalah dunia ini sebagai tempat untuk belajar. Meskipun begitu, masih saja mereka tidak memperhatikan keadaan sekitar, mungkin memperhatikan, tapi apakah mereka mengerti? Apakah mereka peduli? Ratusan jam mereka habiskan untuk mengetahui fakta-fakta tentang Bumi yang indah, tapi kebanyakan hanya terbuang menjadi sisa pikiran saja. Mereka dibawa untuk membuka mata mereka kemanapun, ke dalam diri, luar dunia, yang lebih tinggi, yang lebih rendah, semuanya dicoba. Tapi, mereka tidak melakukan apapun dengan informasi itu. Kebanyakan hanya menjadi informasi yang lewat saja. Memang sulit, melakukan yang harus kau lakukan sembari melakukan yang kau suka. Terkadang hal itu malah dapat dibilang mustahil. Karena itulah selama ini mereka akan mencoba melakukan hal yang mustahil, yang disukai dan yang tidak disukai sama-sama dilakukan.

Kali ini, perjalanan mereka membawa ke tempat dimana jawaban berada, sekaligus pertanyaan berasal. Dimana jawaban adalah pertanyaan dan pertanyaan adalah jawaban.

Mereka disana diberikan pencerahan mengenai apa itu dunia dan dunia itu apa (Ternyata 2 hal itu berbeda). Nama dari tempat itu adalah Urgu. Mereka bertemu orang tua yang sungguh brilian. Dia sudah hidup sebelum zaman penyamaan nama. Jadi, namanya masih lengkap, yaitu Sofo Manka. Dia adalah orang yang benar-benar bijak. Senang sekali berbagi ilmunya, tapi juga senang menjawab pertanyaan mereka. Dengan semangatnya dia jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar-dasar Urgu, apa itu sebenarnya Urgu, mengapa Urgu penting. Karena pada dasarnya, Urgu adalah diri kita semua, tanpa Urgu, tiada pertanyaan dapat dijawab.

Sesi itu berlangsung sangat lama, tidak terasa waktupun memberitahu mereka kalau sudah saatnya kembali kawan. Jadi, mereka pun kembali kedalam kehidupan mereka yang sesungguhnya masing-masing. Sendirian.

Dalam perjalanan setiap orang berpikir apa yang sebenarnya akan terjadi, apa yang mereka lihat benar, apa itu jujur, apa itu dunia. Dan tentu saja mengapa semuanya salah.

Pada sore hari dimana semuanya telah usai, di langit, di langit yang masih berisi awan terlihat benda raksasa. Terlihat benda raksasa. Mereka melihat bumi. Tapi bukan sembarang bumi, bumi mereka sendirilah yang sedang dilihat. Bumi yang mereka pijaki. Bumi ini dari atas terlihat begitu biru, begitu indah, dan begitu besar. Kehidupan mereka yang sungguh kecil tidak berarti apapun bagi bumi yang raksasa ini. Kematian kita hanya membawa dampak yang baik bagi bumi, sedangkan kehidupan kita yang ada malah memberikan kesengsaraan baik untuk kita maupun bumi ini. Lantas apa tujuan kita?





Note: Video yang ada berasal dari channel Vsauce di youtube, yang kemudian diedit oleh orang lain supaya hanya bagian ini yang terlihat, mungkin sebagai bentuk visual dari apa yang kumaksud. Cara paling enak menikmatinya adalah dengan dimatikan musiknya atau ganti saja dengan musik yang kalian rasa enak.


Wednesday, January 18, 2017

Menyesal

Setiap hari kita selalu melihat dunia. Bagi yang tidak bisa melihat, mungkin mereka bisa merasakan dan mendengar bagaimana dunia sessunguhnya. Pernahkah kita misalnya melihat ada seorang lelaki atau wanita yang baru saja jatuh dari kendaraan dan ia meminta pertolongan? Pernahkah kalian merasa kalau seharusnya kalian membantu orang itu, bukannya hanya duduk diam dan melihat saja? Atau mungkin yang terjadi adalah kalian sedang menghabiskan waktu kalian di internet dan bukannya mengerjakan pekerjaan kalian? Mungkin yang itu lebih sering dan hasilnya apa yang terjadi? Kita semua harus mengerjakan tugas tambahan yang asalnya karena kita tidak mengerjakan tadi.

Nah, sekarang setelah merasakan hal-hal yang serupa atau mungkin sama dengan diatas kalian pastinya merasa menyesal, jika tidak mungkin ada hal yang salah dengan kepala kalian. Dan, terkadang penyesalan bisa benar-benar mematikan, karena aku sendiri merasakan kalau penyesalan itu dapat membuat pisau yang sangat tajam menjadi terlihat tumpul. Membuat atap setinggi 6 meter menjadi 3 meter. Dan, aku hampir sekali pergi ke sisi itu, tapi untungnya tidak. Karena aku adalah orang yang ingin memberitahu kalian kalau penyesalan itu tidak apa=apa, malah sebenarnya penting.
Kita mulai dulu dari kata-kata “No Ragrets”. Atau lebih tepatnya, hidup tanpa penyesalan. Terkadang kita mengatakan hal ini untuk berkata kepada diri sendiri kalau hal yang akan kita lakukan 
"No Ragrets"

selanjutnya tidak akan menghasilkan konsekuensi yang sangat besar, atau dalam bahasa lainnya kita berani bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi selanjutanya. Biasanya kita mengatakan hal ini apabila bertemu dengan teman-teman kita dan hendaknya melakukan hal bodoh. Tapi, yang terjadi setelahnya kita (contohnya saja kau merasa kalau bisa melompat dari ketinggian 4 meter dan selamat. Kenyataannya kau patah tulang) menyesali perbuatan itu. Penyesalan tidak harus datang dari kita melakukan sesuatu. Salah satunya bisa datang dari misalnya saja kita tidak melakukan yang dapat membuat orang senang. Misalnya mengatakan kepada ibumu bahwa kau mencintai ibumu, mengatakan kepadanya terima kasih, dan mencintainya. Terkadang hal-hal itu tidak tersampaikan dan pada akhirnya saat dia telah tiada kau menyesal tidak pernah mengatakan hal itu. Tapi mengapa kita menyesali hal-hal itu? Jawabannya adalah karena memang harusnya kita memiliki hal itu, memiliki suatu cara supaya kita dapat berevolusi lebih lanjut.

Jadi, dalam bacaan-bacaan yang aku lihat tadi, kebanyakan grup yang memiliki tingkat penyesalan yang sangat tinggi adalah orang tua yang depresi. Ya, orangtua yang depresi biasanya memiliki penyesalan yang sangat banyak karena mereka tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tidak melakukan investasi, melewatkan kesempatan karir, dan masih banyak lagi. Dan ini sangat berpengaruh kepada cara mereka memandang dunia. Dalam suatu eksperimen, para manula dan pemuda dibawa kedalam sebuah tes. Mereka diajak untuk memainkan permainan dimana jika mereka membuka kartu, apabila sama mereka akan mendapatkan skor, sedangkan apabila kartu yang terbuka adalah kartu iblis, maka mereka akan kalah dan semua skor yang ada hilang. Terbagi menjadi 3 grup, manula yang tidak depresi, manula yang depresi, dan pemuda saja. Hasil tes adalah, saat mereka semua mendaptkan kartu iblis, manula yang bahagia berlanjut dengan strategi yang sama, sedangkan pemuda dan manula yang depresi mulai kehilangan strategi mereka dan mencoba segala cara yang mereka anggap mungkin bisa menang. Lebih tepatnya menembak dalam ruangan gelap. Dan yang terjadi adalah, grup manula bahagia mendapatkan skor lebih tinggi daripada grup lainnya.
Selain itu, apa sebenarnya yang terjadi saat kita menyesal? Apa yang terjadi di kepala kita sehingga terjadi rasa penyesalan? Saat terjadi penyesalan, ada area di otak yang bernama Anterior Cingulate Cortex. Dimana fungsinta adalah mengontrol pelonjakan emosi. Dan saat kita memiliki penyesalan yang tinggi, otak kita menyalakan bagian ini dengan tingkat yang lumayan tinggi. Selain area ini, ada pengurangan di area Ventral Striatum. Atau area otak yang memproses sistem hadiah. Yang artinya kita sudah tidak mengharapkan apa-apa. Ini menjelaskan mengapa saat menyesal kita merasa hampa. Hal itu karena kita sudah tidak memiliki tujuan apapun lagi.

Saat menyesal yang ada pasti kita ingin segera pergi dari tempat itu dan kembali menjadi manusia biasa. Nah, bagaimana caranya? Yang pertama adalah:

1. Lepaskan saja. Jika situasi itu tidak bisa kita ubah, lebih baik biarkan saja.

2. Ingat kenapa kamu menyesal, jika kamu tahu kenapa kamu menyesal, tandanya kamu tahu 
salahnya dimana. Dan kamu tahu apa yang harus diperbaiki selanjutnya.

3. Saat melihat penyesalan, lihatlah kesempatan. Ini salah satu tips cara orang sukses bisa menjadi sukses. Saat mereka melakukan kesalah, mereka tentu saja menyesal, tapi apa yang mau mereka lakukan selanjutnya? Hal itu adalah yang paling penting. Melanjutkan hidup.

Manusia pastinya telah melakukan kesalahan sebelumnya dan kita adalah makhluk yang dirumorkan memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri kita sendiri. Fungsinya adalah cara untuk bertahan hidup. Misalnya saja, saat kita tengah di hutan dan kita lupa membawa makanan, yang ada kita pasti menyesal mengapa tidak membawa makanan dan hanya menyusahkan diri sendiri. Lalu apa yang kita lakukan? Kita tentu saja memperbaiki atau mencoba untuk memperbaiki. Seperti membawa makanan selanjutnya, atau mempersiapkan makanan dari hari-hari sebelumnya. Selain itu fungsinya memang betul seperti kata orang-orang, kita menjadi melihat ke depan dan ingat bahwa masa lalu adalah kanvas yang sudah jadi, kita tidak dapat mengubahnya menjadi lebih baik lagi, sedangkan masa depan, semuanya masih tidak pasti. Sekarang apa yang kau inginkan? Apakah kau ingin terjebak dalam masa lalu atau kau ingin maju ke depan?



Sumber:

Volvo

Pada suatu hari di tempat yang cukup jauh, ada sebuah kota yang dihuni oleh jutaan orang. Kota itu dihuni oleh penduduk yang kebanyakan bekerja keras, mereka setiap hari pergi dari 1 titik ke titik lainnya. “Permata pulau” itulah yang orang-orang sebut. Memang, tempat ini dipenuhi oleh berbagai atraksi dan hiburan, tapi itu semua hanya untuk para pengunjung. Dan mereka yang tinggal disana? Ya, kita bisa bilang kalau mereka tidak memiliki apapun, baik di kepala maupun di kantung mereka. Kebanyakan orang-orang ini bekerja dengan sangat keras sampai mereka lupa, siapa mereka sebenarnya. Dan satu-satunya cara untuk mengembalikan diri mereka kembali, mengetahui siapa jati diri mereka, yang harus dilakukan ialah berjalan. Tapi bukan di sembarang tempat saja, karena mereka adalah orang-orang yang spesial, maka tempat untuk berjalannya pun spesial. Tentu saja, tempat mana lagi yang tepat untuk berjalan selain hutan? Hanya hutan tempat yang tepat untuk menemukan jati diri mereka, tepatnya alam. Maka, kita akan melihat perjalanan mereka yang mencoba untuk menemukan jati diri mereka di hutan utara. Konon, apabila mereka kehilangan jejak akan apa sebenarnya diri mereka, maka yang terjadi adalah hilangnya diri. Atau dalam kata-kata sederhana, mereka kembali dalam wujud yang sama sekali berbeda. Entah karena faktor psikologis atau karena hutan itu sendiri.

Tolong catat kalau semua penduduk dari kota ini tidak memiliki nama. Mereka diberikan tanda huruf dan angka untuk memudahkan proses identifikasi. Karena, menurut mereka nama hanya menyusahkan mereka, sedangkan kombinasi angka? Itu sudah lebih pasti dan lebih mudah.
“Apakah kita betul-betul akan masuk ke hutan ini?” D4 bertanya. “Untuk apa?”

“Kita coba jalankan saja, hanya berjalan sedikit saja.” A1 menjawab dengan senang hati.

“Kenapa orang-orang pergi ke tempat ini? Disini semuanya sangat jauh dan jalannya benar-benar buruk. Tidak ada cara transportasi lain juga, selain dari mereka penunggu hutan ini.”

“Lebih baik kita masuk saja dulu, jika sampai sana masih tidak enak, kau boleh kembali lagi. Yang jelas, sisanya apabila ingin meneruska silahkan ikuti aku. Tidak jauh, hanya sampai sektor G9.”

“Itu jauh.”

Dengan langkah yang pelan namun pasti, grup itu berangkat. Grup pelajar nomor 7. Mereka adalah grup berisi para pelajar yang akan dilepas kembali. Orang-orang bilang grup ini revolusioner karena metode mereka yang berbeda dalam memberikan pelajaran, tetapi banyak juga yang merasa kalau metode pembelajaran seperti ini terlalu revolusioner. Malah yang ada merusak tatanan ketetapan yang ada. Sehingga membuat grup ini sering ditanya oleh orang-orang.

Kebanyakan orang sudah menyerah atau bahkan tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan ini. Mereka hanya akan berhenti dan kehilangan diri mereka untuk sesaat sebelum kembali lagi, atau hilang saja selama-lamanya. Berbeda dengan grup pelajar nomor 7. Mereka didesain untuk bisa menahan ini semua. Bukan sebagai manusia yang ahli dalam segala bidang, tapi sebagai manusia yang memiliki mental terkuat dan terbaik dalam bidang mereka. Seperti misalnya saja X1, atau sebutannya Cross. Dia ahli dalam bidang skematika, dan meskipun belum yang terbaik dalam dunia, dia tetap saja yang terbaik dari 1 kota itu. Meskipun begitu, dalam hal lain, seperti penghitungan GN Drive, dia tidak bisa.

Setelah 1 jam mereka berjalan, mulai terlihat jelas apa diri mereka sebenarnya. Selain dari mereka yang tentu saja menemukan bahwa mereka sebenarnya tidak mudah lelah dan bisa terus berjalan selama yang mereka mau, ada juga sebagian dari mereka yang merasakan bahwa mereka tidak bisa terus-terusan dalam kondisi seperti ini. Dan apa yang mereka lakukan? Berjalan semakin cepat. Dengan semakin cepat berjalan, maka kita akan semakin dekat dengan tempat tujuan. Atau mungkin itulah logika yang mereka dapatkan. Masalahnya adalah 1, tenaga yang mereka pakai jauh lebih banyak daripada orang biasa dan pada akhirnya, itu menjadi pedang bermata 2. Tapi mungkin yang paling malang adalah L7, dia tanpa diketahui memiliki penyakit yang apabila ia terlalu lelah, maka yang terjadi adalah kehilangan darah yang sangat banyak. Mungkin mereka memang manusia yang diarahkan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya, tapi kecacatan produk bisa ada di siapa saja. Dan yang satu ini memiliki penyakit yang sebenarnya tidak mengerikan, tapi jika terus-terusan yang terjadi tentu saja kematian. Kematian bisa terjadi kepada siapa saja.



Wednesday, January 11, 2017

GN Drive

Seperti yang kalian tahu, aku adalah orang yang sangat menyukai Gundam. Bukan hanya karena cerita dan desain mereka, tapi juga betapa rincinya informasi mengenai teknologi yang mereka gunakkan. Salah satu yang informasinya menurutku paling lengkap berasal dari teknologi di Gundam 00. Teknologi itu adalah GN Drive. GN Drive adalah sumber tenaga yang memberi kekuatan mobile suit di seri itu. Walaupun banyak mobile suit yang dibuat dengan menggunakkan tenaga matahari, GN Drive memiliki peran yang lebih besar. Karena tenaga mereka yang tidak dapat habis dan sumber tenaga mereka.

Berasal dari GN Drive dahulu, GN Drive memiliki cara kerja yang sangat unik, karena mereka menggunakkan sebuah partikel yang bernama GN particle. Darimana asalnya? Walaupun tidak dijelaskan secara rinci bagaimana cara mereka bisa mendapatkan GN particle, menurutku sendiri karena GN particle adalah Baryon yang telah membusuk, mereka bisa mendapatkannya dari manapun.

GN Drive memiliki satu komponen yang sangat penting, yaitu TD blanket (Topological Defect Blanket). Fungsi dari TD Blanket adalah memasukkan GN particle kedalam GN Drive untuk diproses, kurang lebih seperti Karburator. Mereka memasukkan sumber tenaga kedalam mesin untuk dijadikan kekuatan. Cara pembuatan dari TD Blanket ini sangat dirahasiakan, dan memakan waktu yang sangat lama. Karena itulah, total dari GN Drive yang benar-benar murni, hanya 5 buah.

Selain dari TD Blanket, GN Drive juga memiliki Flywheel, Flywheel fungsi dasarnya adalah membuat putaran energi yang berasal dari GN particle, nantinya digunakkan sebagai tenaga gerak untuk Gundam atau benda apapun yang memiliki GN Drive.

Yang tidak kalah penting adalah GN Generation furnace. Sesuai namanya, GN Generation furnace memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengubah partikel-partikel atom yang ada menjadi GN particle, tapi yang mengambil GN particle sendiri adalah TD Blanket. Fungsi dari GN generation Furnace adalah mengubah GN particle yang masih mentah, menjadi GN particle yang bisa dipakai.

Selain yang disebutkan diatas, ada juga Stability control dan Black Box. Stability control lebih tepatnya adalah komputer, mereka yang menghitung berapa besar energi yang masuk dan yang keluar, berapa besar tenaga yang dihasilkan dan sebagainya. Sedangkan Black Box fungsinya untuk mendorong GN Drive bekerja lebih besar. Black Box memiliki fungsi untuk membuat GN Drive memasuki mode Trans-am, yang membuat GN Drive bekerja 3 kali lebih berat. Tapi 3 kali lebih efektif juga.

Efek samping dari Trans-Am adalah karena mereka menggunakkan semua GN Particle yang disimpan dalam GN Drive, setelah mode ini selesai, GN Drive masuk dalam mode “hemat energi”.  Artinya mereka membuat benda apapun yang dipasang GN Drive, menjadi lambat dan lemah karena kurangnya GN particle untuk memberi mereka tenaga, sehingga benda apapun yang dipasang menjadi lambat pada titik sangat berbahaya. Trans-am juga bisa membuat sebuah mobile suit meledak karena terkadang tekanan yang diberikan terlalu besar, sehingga GN Drivenya sendiri tidak dapat menahan tekanan yang ada. Dan ledakan besar pun, terjadi.
Sekarang kita membahas soal GN Particle.

GN Particle adalah partikel yang berfungsi untuk memberikan tenaga kepada GN Drive. Asal usul dari GN particle adalah Baryon yang sudah membusuk. Baryon memiliki keunikan, yaitu mereka memiliki 3 Quark. Apakah Quark itu? Quark adalah partikel dasar yang bisa digunakkan untuk membentuk partikel Proton dan Neutron. Proton dan Neutron adalah Baryon itu sendiri. Dan menurutku sendiri, karena Quark telah mengalami 4 reaksi fundamental (Elektromagnetis, Gravitasi, Interaksi kuat, Interaksi lemah), GN Drive memanipulasi mereka untuk diterapkan dalam Gundam mereka.
Fungsi dari GN Particle sendiri ada banyak sekali, seperti untuk memberikan tenaga untuk seluruh negara, membuat ruang pelindung, senjata laser, menajamkan benda, membuat benda-benda yang memiliki muatan listrik menjadi konslet, dan manipulasi berat. Atau bahkan evolusi manusia dalam beberapa kasus.


Karena fungsinya yang sangat luas, mereka bisa dipakai kurang lebih untuk semuanya, kecuali untuk memberi makan manusia. Yang enak adalah, jika mereka dipakai untuk memberi tenaga 1 negara, dengan ukuran yang tidak lebih besar daripada rumah, sisa ruang yang ada bisa dipakai untuk tanaman. Dan jika memang manusia bisa mendapatkan teknologi ini dan menemukan GN Particle, maka kita sedang berjalan ke arah yang benar. Semoga saja, teknologi ini bisa diwujudkan.


GN Particles