Wednesday, February 22, 2017

Loop-ty-loop

Manusia diciptakan dengan rasa ingin tahu dan tingkat kepintaran yang tinggi. Mereka bisa mengubah alur sungai, membelah gunung, menerangkan malam, dan menghidupkan tanaman. Mereka bisa pergi dari satu tempat ke tempat lain tanpa membuang tenaga. Mereka bisa menciptakan cara untuk mengambil matahari. Tapi dengan semua ini apa yang mereka lakukan? Mereka mengambil cara untuk mengurangi diri mereka secepat mungkin dan seefisien mungkin. Bisa jadi karena bumi yang sudah penuh ini mereka muak dengan diri mereka sendiri. Karena itulah yang patut dilakukan adalah mengurangi diri mereka sendiri. Dengan begitu semua orang bisa membangun kembali.

Tapi yang tidak mereka sadari adalah siklus ini sudah berulang sejak awal manusia ada. Sejak zaman Adam sampai perang dunia. Dan setiap kali siklus itu ada, manusia menambah jumlah mereka 2 kali lipat. Tidak pernah mereka merasa kalau sebenarnya hal ini telah terjadi. Setelah beribu-ribu generasi baru mereka merasakannya. Mereka baru berpikir kalau diri mereka sudah terlalu banyak. Jadi yang sekarang mereka lakukan apa? Jika mereka mengurangi diri mereka sesedikit mungkin menjadi hanya 2 orang, yang terjadi adalah perang besar. Perang antara manusia yang ingin menjadi 2 orang itu. Banyak yang menjadikan dirinya dewa. Dewa-dewa yang pantas untuk mereka. Karena bagaimanapun juga, manusia pada dasarnya ingin selamat. Mereka ingin meneruskan kembali hidup mereka.

Bertahun-tahun perang itu berlangsung dan pada akhirnya semua orang mulai kehabisan akal untuk meneruskan hidup mereka. Jadi, yang mereka lakukan adalah rencana paling mengerikan. Mereka menciptakan manusia yang secara khusus ada untuk menyimpan jiwa manusia yang ada sekarang ini. Tapi dengan begini manusia hanya memberikan beban yang ada kepada mereka. Kepada para manusia ini. Sama saja dengan kabur.


Bagaimanapun juga setelah 3 tahun mereka menunggu saat manusia buatan ini berdiri, barulah kita sadar. Bahwa pada dasarnya kita hanya mengulangi siklus yang sama berulang kali. 

No comments:

Post a Comment