Yang jelas, sesampainya kita di dokter Mainfried, Jack agak malu-malu. Sebenarnya meskipun tidak terlalu jelas aku tahu betul Jack menyukai dokter Mainfried. Aku juga pastinya menyukai dia, satu-satunya orang yang baik kepada kita dan ramah. Selalu mengerti keadaan apapun yang dimiliki. Mungkin supaya kita tidak melewati batas juga. Tapi betul, aku dan Jack merasa benar-benar nyaman saat berada di dekatnya.
“Jadi ada apa? Biasanya kamu hanya datang kesini kalau ada
masalah. Ada masalah ya?”
“Ya, seperti yang kamu tahu dokter, Komandan menyuruh kami
untuk membakar hal lagi.”
“Dan sekarang apa yang kau bakar?”
“Orang tentu saja, kamu tahu kan nasib tentara seperti
kami.”
Hanya Komandan dan dokter Mainfried yang tahu kalau kami
termaksuk tim elit operasi rahasia.
“Begitu ya, lalu apa yang membuatmu menyesal? Apakah karena
orang-orang itu atau karena perintah dari komandan?”
“Mungkin kepada orang-orang itu. Jack berkata kita melakukan
ini karena kita berdosa. Dan tuhan sendiri sudah mulai meninggalkan kita. Semua
kematian yang kita hasilkan adalah dosa kita. Mereka tidak akan merasakan
kepedihan lagi, sedangkan kita pastinya akan merasakan kepedihan
terus-terusan.”
“Tidak pernah kamu berpikir untuk membiarkan orang-orang itu
hidup? Bisakah kau melihat kalau mereka juga ingin hidup?”
Mata yang tanpa dosa itu. Mata yang berbinar-binar,
berbicara kepadaku mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Sungguh, jika
kujelaskan pasti dia tidak mau mengerti. Karena sebenarnya, baik dan benar itu
tidak pernah ada. Yang ada hanyalah dirimu. Dan diriku saat ini masih berkata
kamu.
“Ah, tidak-tidak. Kita hanya berpikir kalau mungkin mereka
juga memiliki kesalahan. Aku sendiri juga memiliki banyak kesalahan, tapi
karena kemampuanku ini, makanya orang-orang membutuhkannya.”
“Kekuatanmu dibutuhkan? Apakah betul kekuatan sepertimu
dibutuhkan di dunia saat ini? Dunia yang seharusnya kita mengurangi sebanyak
mungkin kekerasan dan kata-kata sebagai cara paling mulia untuk menyampaikan
pesan.”
“Hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang sepertimu, dokter.
Untuk orang-orang sepertiku, kekerasan adalah jawaban untuk semuanya. Tidak
bisa kita berharap penjahat mengaku kalau kita tidak paksa dia melakukannya.”
“Selalu ada jalan keluarnya, selalu ada. Dengan orang yang
memiliki kekuatan dan koneksi sepertimu, seharusnya kau bisa meyelesaikan
banyak kasus. Dengan kemampuan sepertimu, kau bisa menyelamatkan orang,
bukannya mengambil.”
“Aku juga berharap begitu, tapi situasi yang ada
mengharuskanku berjalan dalam jalur ini. Jadi, mungkin itulah kutukan yang
kudapatkan dari kekuatan ini.”
Kami berbicara sangat lama. Mungkin tanpa terasa sampai larut
malam. Dokter membiarkanku menginap di rumahnya. Lagipula, jika bukan disini,
dimana aku bisa tinggal? Apartemen tempatku tinggal sudah terbakar habis.
Mungkin hal yang paling normal dilakukan orang adalah duduk dan tidur saja.
Tapi Jack tidak, dia bangun sepanjang malam mencari cara untuk meluangkan
waktunya dalam rumah dokter. Selama tidak menggangguku, tidak ada masalah. Dan
aku benar-benar berharap dia cepat tidur. Karena meskipun orang itu benar-benar
tajam dan teliti, dia kadang sering sekali menganalisis hal yang tidak perlu.
Seperti misalnya saja dimana dokter meninggalkan jepit rambutnya. Hal itu
benar-benar tidak perlu diteliti, tapi karena dia adalah Jack, dia pasti
mencari tahu apa makna dibalik jatuhnya jepitan rambut itu. Dia memiliki
pikiran kalau selama ini ada orang yang selalu memperhatikannya. Dan segala
sesuatu yang terlihat acak sebenarnya petunjuk yang ditinggalkan orang itu.
Sepanjang hidupnya ia habiskan mencari orang yang tidak ada. Terkadang aku
penasaran bagaimana caranya ia bisa hidup dengan perasaan sedang diperhatikan.
Kalau aku sih, tidak merasa hal itu penting. Sejak dulu hidupku selalu
diperhatikan oleh orang, sehingga yang ada sekarang hanya rasa takut tidak
diperhatikan. Tapi, dengan ada Jack, tidak mungkin aku tidak diperhatikan
sekarang.
Andaikan orang-orang bisa hidup
bersama dengan bahagia. Dengan mengerti satu sama lain. Orang sepertiku mungkin
tidak akan diperlukan lagi. Orang kuat? Atau kejahatan yang dibutuhkan?

No comments:
Post a Comment