
Aku tidak pernah mengerti kenapa banyak orang bilang sebuah
upacara itu penting. Maksudku banyak orang mengetahui dan pastinya sudah
diajarkan sebelumnya mengenai pentingnya masa lalu. Dan hal baik mengenai masa
lalu. Tapi aku tidak pernah habis pikir mengapa orang-orang menghabiskan waktu
mereka demi masa lalu, meskipun sudah jelas apa yang harus kita lihat adalah di
depan sana. Masa depan.
Seperti misalnya saat ini, dimana manusia sudah memiliki
kemampuan untuk membuat koloni diluar angkasa. Tapi, apa yang mereka pikirkan
pertama kali koloni itu mau dibangun? Namanya. Ya, mereka memikirkan nama apa
yang pas untuk koloni ini. Ada yang bilang kalau sebaiknya bernama Adam, karena
ini adalah koloni pertama. Ada juga yang bilang kalau namanya lebih baik
Colossus, karena koloni yang paling besar. Ada juga yang bilang namanya lebih
baik Lagrange 3, karena posisinya. Dan tentu saja, hari selesainya koloni ini
dibentuk orang-orang akan membuat “hari perayaan koloni”. Sungguh, hanya sebuah
omong kosong menurutku. Karena, hal ini tidak penting.
“Jadi, menurutmu apakah sebaiknya kita mengikuti upacara
koloni?”
“Kau saja, aku paling benci mengenai hal seperti ini.”
“Tidak pernah kau berpikir kalau upacara ini sedikitpun
penting?”
“Tidak, upacara ini hanya ada supaya orang-orang mengingat
mereka yang gugur dalam membangun koloni. Upacara supaya mereka mengingat kembali
nama-nama yang telah tiada. Kau tahu kan kalau sebenarnya selama ini
orang-orang tidak terlalu peduli terhadap masa lalu? Mereka hanya peduli
terhadap masa sekarang dan selanjutnya. Karena masa lalu sudah hilang sekarang.”
“Tapi, jasa mereka yang gugur harus kita ingat sebagaimana
kita mengingat mereka yang masih hidup.”
“Menurutmu yang mati meminta hal ini? Menurutmu yang mati
meminta untuk selalu diingat oleh semua orang sepanjang waktu sebagai pahlawan
yang abadi? Tidak, yang ingin hal ini hanyalah mereka yang hidup. Keluarga dari
mereka yang mati meminta hal ini. Para petinggi meminta hal ini. Masyarakat
juga meminta hal ini. Tapi untuk apa? Orang mati tidak meminta apapun lagi.
Mereka tidak bisa.”
“Kau sudah bilang tadi, perayaan seperti ini tidak penting
karena orang yang bersangkutan tidak meminta kan? Tapi bagaimana dengan mereka
yang masih hidup? Pasti mereka ingin berterima kasih kepada orang yang mati.
Tapi bagaimana cara mereka memberitahu orang yang mati itu kalau mereka
berterima kasih? Doa? Atau kau mau tahu cara yang pastinya membuat semua orang
kalau kita berterima kasih kepada mereka?”
“Doa mungkin tidak akan didengar oleh mereka, tapi upacara
menurutmu bisa terdengar oleh orang yang mati?”
“Tentu saja tidak, ini hanya untuk mengingatkan kita kalau
koloni ini ada, mengingatkan kita kalau koloni ini lahir dari mereka yang mati,
dan mengingatkan kita kalau koloni ini bisa berdiri karena orang-orang seperti
kita.”
“Maksudmu pekerja rendahan seperti kita?”
“Ya, pekerja rendahan
seperti kita memiliki peran besar dalam koloni ini. Dan mereka berterima kasih
kepada kita.”
“Siapa? Para petinggi-petinggi itu?”
“Ya, dengar, upacara bukan hanya untuk mereka yang mati
saja, tapi juga untuk yang hidup. Untuk mengingat yang mati dan mensyukuri yang
hidup. Karena itulah banyak veteran perang masa lalu datang untuk bercerita
mengenai pentingnya kehidupan dan kekuatan setiap orang.”
“Begitu ya, tapi bagiku upacara tetap sebuah alasan bodoh
untuk mencuci uang kita.”
Menurutku masa lalu memang harus diingat, tapi bukan karena
kita ingin mengingat jasa mereka yang telah tiada, tapi karena kita harus
belajar dari mereka yang telah tiada. Mengetahui alasan mereka mati. Alasan
mereka gugur karena apa. Dan kita bisa menjadi lebih baik. Masa lalu adalah hal
itu, tempat untuk belajar kalau sebenarnya kita mati karena alasan ini dan itu.
Dan kita harus belajar dari kematian-kematian itu.
Sesungguhnya hanya 1 hal yang baik dari masa lalu. Mereka
hanya sejarah. Sejarah yang tidak akan terulang.
No comments:
Post a Comment