Friday, March 3, 2017

The great war

“Semua orang dalam perang memiliki fungsi dan perangnya masing-masing. Ada yang bertugas membawakan senjata, yaitu Logistik, lalu ada juga yang bertugas menyuruh sampah-sampah seperti kalian, yaitu aku, dan ada juga yang berfungsi sebagai pelaksana, yaitu kalian. Mungkin kalian berpikir orang brengsek macam apa yang bisa mencapai posisi ini, akan kuberi tahu orang macam apa, aku. Kita tidak akan berhasil kalau sampah seperti kalian tidak mau mengikuti apa yang kumau. Jadi, lakukanlah apa yang kusuruh tanpa kata-kata lain. Tanpa tapi maupun apabila. Mengerti!”
“Jika kalian membutuhkan barang-barang, silahkan hubungi bagian logistik. Jika kalian butuh arahan tempat, yang aku akan kaget jika sudah kuberi tahu tapi masih belum jelas, silahkan hubungi letnan kalian.”

Keseharian ini adalah hal yang sering dialami oleh tim seksi 6. Karena sekarang negara sedang dalam keadaan damai, yang bisa dilakukan hanyalah berlatih, berlatih, dan berlatih.

Dalam tim itu, sersan yang ingin memastikan keadaan berjalan dengan lancar selalu menunggu anak buahnya melakukan sesuatu yang salah. Dengan begitu ia bisa memperbaikinya. Selain itu terdapat juga orang-orang yang tugasnya membantu sersan, masalahnya seksi 6 tidak memiliki orang-orang yang cukup tegas saat membantu sersan. Sekalinya ada, mereka malah yang ada membuat sersan kewalahan. Mungkin niat mereka memang membantu, tapi karena mereka ada keinginan sendiri dan perasaan tersendiri (alias belum saling sepemahaman) jadinya ada banyak konflik. Tapi kekurangan-kekurangan ini akan menjadi pupuk untuk selanjutnya. Orang yang selanjutnya akan banyak pekerjaan adalah bidang logistik. Orang Logistik pekerjaannya hanya membeli barang dan meyiapkan barang untuk tentara mereka. Jika ada barang yang kurang, maka yang terjadi adalah kesulitan mereka dalam menjalankan tugas. Tapi terkadang, tentara selalu meminta hal yang agak mustahil, seperti drone antar kota. Untuk apa? Kita tidak sedang berperang dan situasi di lapangan tidak mengharuskan kita membawa drone. Jadi untuk apa? Motto kita adalah “adaptasi diatas segalanya”. Artinya tentu saja sudah jelas, adaptasi.

Selama ini orang-orang selalu berpikir kalau perang hanya dapat dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Tapi tidak, perang dimenangkan oleh orang kuat, jumlah, dan tempat mereka bertarung. Itu prinsip sederhana. Jika tempat yang ada sempit, maka lebih sedikit orang lebih efektif. Apabila tempatnya luas, tentu saja harus menyiapkan orang lebih banyak. Hal-hal seperti ini selalu harus dipikirkan oleh orang-orang.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan kapten?”


“Lakukan saja”. 

No comments:

Post a Comment