Wednesday, January 18, 2017

Volvo

Pada suatu hari di tempat yang cukup jauh, ada sebuah kota yang dihuni oleh jutaan orang. Kota itu dihuni oleh penduduk yang kebanyakan bekerja keras, mereka setiap hari pergi dari 1 titik ke titik lainnya. “Permata pulau” itulah yang orang-orang sebut. Memang, tempat ini dipenuhi oleh berbagai atraksi dan hiburan, tapi itu semua hanya untuk para pengunjung. Dan mereka yang tinggal disana? Ya, kita bisa bilang kalau mereka tidak memiliki apapun, baik di kepala maupun di kantung mereka. Kebanyakan orang-orang ini bekerja dengan sangat keras sampai mereka lupa, siapa mereka sebenarnya. Dan satu-satunya cara untuk mengembalikan diri mereka kembali, mengetahui siapa jati diri mereka, yang harus dilakukan ialah berjalan. Tapi bukan di sembarang tempat saja, karena mereka adalah orang-orang yang spesial, maka tempat untuk berjalannya pun spesial. Tentu saja, tempat mana lagi yang tepat untuk berjalan selain hutan? Hanya hutan tempat yang tepat untuk menemukan jati diri mereka, tepatnya alam. Maka, kita akan melihat perjalanan mereka yang mencoba untuk menemukan jati diri mereka di hutan utara. Konon, apabila mereka kehilangan jejak akan apa sebenarnya diri mereka, maka yang terjadi adalah hilangnya diri. Atau dalam kata-kata sederhana, mereka kembali dalam wujud yang sama sekali berbeda. Entah karena faktor psikologis atau karena hutan itu sendiri.

Tolong catat kalau semua penduduk dari kota ini tidak memiliki nama. Mereka diberikan tanda huruf dan angka untuk memudahkan proses identifikasi. Karena, menurut mereka nama hanya menyusahkan mereka, sedangkan kombinasi angka? Itu sudah lebih pasti dan lebih mudah.
“Apakah kita betul-betul akan masuk ke hutan ini?” D4 bertanya. “Untuk apa?”

“Kita coba jalankan saja, hanya berjalan sedikit saja.” A1 menjawab dengan senang hati.

“Kenapa orang-orang pergi ke tempat ini? Disini semuanya sangat jauh dan jalannya benar-benar buruk. Tidak ada cara transportasi lain juga, selain dari mereka penunggu hutan ini.”

“Lebih baik kita masuk saja dulu, jika sampai sana masih tidak enak, kau boleh kembali lagi. Yang jelas, sisanya apabila ingin meneruska silahkan ikuti aku. Tidak jauh, hanya sampai sektor G9.”

“Itu jauh.”

Dengan langkah yang pelan namun pasti, grup itu berangkat. Grup pelajar nomor 7. Mereka adalah grup berisi para pelajar yang akan dilepas kembali. Orang-orang bilang grup ini revolusioner karena metode mereka yang berbeda dalam memberikan pelajaran, tetapi banyak juga yang merasa kalau metode pembelajaran seperti ini terlalu revolusioner. Malah yang ada merusak tatanan ketetapan yang ada. Sehingga membuat grup ini sering ditanya oleh orang-orang.

Kebanyakan orang sudah menyerah atau bahkan tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan ini. Mereka hanya akan berhenti dan kehilangan diri mereka untuk sesaat sebelum kembali lagi, atau hilang saja selama-lamanya. Berbeda dengan grup pelajar nomor 7. Mereka didesain untuk bisa menahan ini semua. Bukan sebagai manusia yang ahli dalam segala bidang, tapi sebagai manusia yang memiliki mental terkuat dan terbaik dalam bidang mereka. Seperti misalnya saja X1, atau sebutannya Cross. Dia ahli dalam bidang skematika, dan meskipun belum yang terbaik dalam dunia, dia tetap saja yang terbaik dari 1 kota itu. Meskipun begitu, dalam hal lain, seperti penghitungan GN Drive, dia tidak bisa.

Setelah 1 jam mereka berjalan, mulai terlihat jelas apa diri mereka sebenarnya. Selain dari mereka yang tentu saja menemukan bahwa mereka sebenarnya tidak mudah lelah dan bisa terus berjalan selama yang mereka mau, ada juga sebagian dari mereka yang merasakan bahwa mereka tidak bisa terus-terusan dalam kondisi seperti ini. Dan apa yang mereka lakukan? Berjalan semakin cepat. Dengan semakin cepat berjalan, maka kita akan semakin dekat dengan tempat tujuan. Atau mungkin itulah logika yang mereka dapatkan. Masalahnya adalah 1, tenaga yang mereka pakai jauh lebih banyak daripada orang biasa dan pada akhirnya, itu menjadi pedang bermata 2. Tapi mungkin yang paling malang adalah L7, dia tanpa diketahui memiliki penyakit yang apabila ia terlalu lelah, maka yang terjadi adalah kehilangan darah yang sangat banyak. Mungkin mereka memang manusia yang diarahkan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya, tapi kecacatan produk bisa ada di siapa saja. Dan yang satu ini memiliki penyakit yang sebenarnya tidak mengerikan, tapi jika terus-terusan yang terjadi tentu saja kematian. Kematian bisa terjadi kepada siapa saja.



No comments:

Post a Comment