Jadi, minggu ini aku belajar sesuatu yang sebenarnya sangat
asyik, namanya desain thinking. Design thinking bukan berarti hanya dipakai
untuk desain saja, tapi juga untuk membuat sesuatu. Sebenarnya, kalau dilihat
dari grafiknya, kalian gunakkan untuk apapun itu bisa.
Dari design thinking kemarin yang aku pelajari di labtek
indie yang sangat rahasia. Di belakang plaza telkom kalau dari turunan pasteur
lurus saja habis lampu merah belok kiri pertama. Ya, sekitar sana. Kalau
melihat taman dan lurus nanti kelewat. Jadi, aku dan kamerad dikenalkan kepada
kak Cassandra, karena itu salah satu pangilannya, walaupun aku tidak yakin itu
namanya. Karena itu panggilan. Jadi, dia adalah presiden dari labtek indie
kalau tidak salah. Beliau adalah orang yang memperkenalkan kami kepada
penerapan design thinking.
Jadi, dalam “les” singkat kami, cara untuk penerapan design
thingking paling mudah adalah membuat sebuah dompet yang sempurna untuk
partner. Waktu itu aku partner bersama, sebentar aku sensor dahulu, Cecillia.
Jalan pertama adalah membuat desain dompet yang kau pikir paling cocok
denganmu. Lalu, kau ceritakan desain dompet itu kepada temanmu. Setelah itu,
baru kalian bertanya-tanya dompet kalian kenapa seperti itu atau lebih baik
seperti apa. Dan, baru kalian mulai membuat 5 desain awal yang kalian rasa
cocok dengan dompet pasangan kalian. Baru setelah mereka memilih yang mana yang
mereka rasa cocok, kalian perinci lebih dalam desain itu.
Nah, disini yang paling menarik, karena setelah partner
kalian memilih desain dompet yang paling bagus, kalian langsung membuatnya! Ya,
bukan membuatnya seperti akan barang produksi, tapi seperti barang untuk
dirasa-rasa saja. Aku karena bukan seorang pengrajin yang sangat bagus, aku
membuatnya sebisa mungkin yang aku bisa. Artinya aku membuatnya semirip mungkin
tapi mengesampingkan sisi estetika. Hasilnya untung saja, Cecillia suka,
meskipun seperti mashed potato, tapi tetap bisa digunakkan, itu salah satu
intinya. Yang dikiri ini yang dibuat oleh Cecillia, terima kasih yo, aku jadiin hiasan dah
Setelah belajar ini, aku langsung berpikir untuk menerapkan
ilmu ini kemana-mana. Bisa untuk misalnya memperkenalkan sebuah alat ke orang,
atau juga yaa kebanyakan produk jadi sih, tapi bisa untuk banyak hal. Salah
satunya mungkin… Kalau bekerja di bidang tulisan, walaupun aku tidak terlalu
melihat dimana hubungannya.

No comments:
Post a Comment