Jadi, pada hari kamis yang lalu, kalau kalian tidak tahu ada
pertandingan bola basket di Bandung. Ya, saat PON. Karena ini adalah pengalaman
pertamaku menonton PON, aku jadi penasaran untuk meliput acara yang seru ini.
Jadi, inilah cerita singkatnya dari pemain PON. (Yang wanita, karena aku tidak
sempat bertanya kepada yang pria walaupun sebenarnya mereka juga memberikan
pertarungan yang cukup sengit. Terutama Bangka Belitung melawan Sulawesi Utara.
Benar-benar pertarungan yang sengit.)
Waktu itu aku menonton total 3 pertandingan. Yang kesatu
adalah pertandingan Belitung melawan Sulawesi utara. Pertarungan itu sangat
sengit dan aku waktu itu mendukung Belitung. Walaupun mereka kalah dengan
selisih 2 poin, tetap saja itu permainan yang sangat sengit. Aku sampai
melompat dari bangku penonton karena kesengitan pertandingan itu. Tapi, karena
saking sengitnya pertandingan itu, aku sampai lupa untuk menanyakan tentang
pendapat mereka mengenai pertandingan ini.
Yang kedua adalah pertandingan wanita. Papua melawan Jawa
Tengah. Pertandingan yang ini juga asyik, tapi dengan poin yang sangat
mengejutkan juga. Jawa Tengah di pertandingan ini sangat mendominasi di awal
pertandingan sehingga saat mendekati akhir pertandingan, mereka sudah memimpin
sangat jauh. Kalau tidak salah hasil akhirnya adalah 57-97. Dengan Jawa Tengah
yang memimpin skor. Waktu itu aku hampir percaya kalau mereka bisa mendapatkan
100 skor, tapi ternyata tidak.
Karena kali ini aku ingat kalau harus mewawancarai salah
satu pemain dari Jawa dan dari Papua, aku langsung berjalan menuju belakang
stadion. Disana, aku ketingallan pemain-pemain dari Jawa kecuali satu pemain
bernama Ulfa. Mba Ulfa. Pertanyaan yang kutanyakan adalah pendapatnya mengenai
pertandingan ini, bermain basket sejak kapan, lalu, siapa yang paling muda dari
tim atau yang paling tua, dan berasal darimana. Juga bagaimana cara dia sebagai
atlet bola basket saat bertanding tidak gugup.
Yang kudapatkan dari Mbak Ulfa adalah dia berasal dari
Semarang, dan saat bertanya-tanya pekerjaan sampingannya adalah sebagai
jurnalis, jadi mungkin cara aku mewawancarai agak dinilai juga. Lalu, dia
bermain basket sejak kelas 2 SMP. Jika tahu nantinya aku bisa begini mungkin
pelajaran bola basket waktu itu tidak aku tinggal. Lalu, saat kita bertanding dengan
banyak penonton, kita tidak akan gugup. Yang gugup adalah mereka yang berusaha
terlalu keras untuk tampil dengan sempurna di hadapan penonton. Untuk mereka
yang tidak bertanding demi penonton tapi untuk menunjukkan hasil kerja keras,
merekalah yang akan tampil dengan sempurna. Walaupun tidak terlalu sempurna
juga karena pasti pada 1 titik tertentu mereka akan gagal karena ya, mereka
manusia. (Di kiri adalah Mbak Ulfa dengan makhluk mistis. Saya tidak ada karena saya sedang memotret foto ini.)
Jadi, sampai sini saja berita kali ini. Ada berita penting
yang ingin aku sampaikan, kalau ternyata tim basket Jawa tengah telah sampai di
babak semifinal. Mereka dulu juga adalah pemenang pon basket wanita. Jadi
mungkin tidak terlalu mengejutkan.
Di kiri adalah foto tim papua. Aku juga yang memotret.

Waw, menarik sekali
ReplyDelete