Beberapa saat yang lalu aku sedang mandi. Lalu tidur. Lalu
makan. Lalu bermain. Kemudian aku sadar dan memiliki ide yang sangat menarik
untuk tulisan minggu ini. Karena malamnya aku melihat seekor kelelawar dan aku
jadi teringat kembali dengan pahlawan yang tidak nyata yang paling kusukai
Batman! Tapi kalau hanya sejarahnya pasti semua (hampir) orang tahu sejarahnya.
Jadi, apa yang kan kulakukan adalah membedah pikirannya kenapa dia menjadi
Batman!
Untuk memulai semuanya kita harus tahu dulu ada berapa
kepribadian yang ia (Bruce Wayne) miliki. Yang jelas ada 3. 3? Darimana saja
tiga? Ya, untuk menjawab pertanyaan kalian, 3 karena yang kesatu! Adalah
seorang milyuner dengan kepribadian dia menjadi playboy dan agak narsis. Yang
kedua adalah kepribadian saat dia memakai kostum Batman, kepribadian ini membuat
dia menjadi orang yang lebih gelap dan ya, seperti yang kalian lihat saat
sedang membaca Batman atau menonton filmnya. Sedangkan yang ketiga, adalah
kepribadian dia yang paling asli. Yang tidak pernah ia buat-buat. Kepribadian
ini adalah Bruce Wayne yang paling asli. Kepribadian yang mungkin jika kurang
teliti tidak terlihat, tapi ini adalah kepribadian yang sering ia perlihatkan.
Dengan ketiga kepribadian inilah, Bruce Wayne adalah Batman.
Kedua, aku tahu aku sudah bilang sebelumnya kalau kebanyakan
dari kalian pasti tahu sejarah mengapa ia menjadi Batman, tapi ya, untuk
mengetahui isi kepalanya kita harus tahu sejarahnya. Jadi, Bruce Wayne lahir di
keluarga yang menyayanginya dan mencintainya. Disana dia juga dibesarkan dengan
penuh cinta dan kasih. Saat dia bermain, dia terjatuh ke dalam gua. Disana dia
diserang oleh sekelompok Kelelawar dan itu membuatna takut. Kemudian, di umur
dia, 1 Windu. Dia melihat orangtuanya mati di depan matanya. Di titik inilah,
dia berubah. Jika kalian ingin tahu sesuatu, ada yang bernama 5 tahapan duka.
Yang diciptakan oleh seorang bernama Elizabeth Kubler-Ross. Di dalam
wawancaranya dengan 500 orang yang sedang dalam tahap duka (Aku tidak tahu
bagaimana dia mendapatkan informasi dari 500 orang ini), dia menyimpulkan kalau
ada 5 tahapan ini, yaitu penolakan, amarah, tawar-menawar, depresi, dan
akhirnya penerimaan. Walaupun begitu, tidak selalu semuanya terjadi, kadang ada
yang langsung menerima, atau memulai dari amarah, dan sebagainya. Tapi pada
umumnya inilah yang terjadi. Penjelasan dengan contoh singkat ialah:
1.
Penolakan: Seseorang yang baru kehilangan
sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya menolak kalau “hal” itu (hilang
red.) terjadi. Mereka biasanya mulai kehilangan semangat untuk hidup karena
tanpa sesuatu itu hidup tidaklah berarti. Kita mulai merasa cemas asalnya saat
baru mulai, kemudian kita mulai menyangkal semua ini telah terjadi. Kita mulai
berpikir apakah kita bisa hidup tanpa ini.
2.
Amarah: Saat amarah terjadi biasanya kita
menyalahkan orang lain atau diri kita sendiri atas hal yang terjadi itu. Kita
mulai bertanya “kenapa ini bisa terjadi?” “kenapa saya tidak mencegah hal itu?”
“Kan saya sudah meminta tolong kepadanya? Kenapa dia tidak melakukannya?”
Kadang pertanyaan semacam ini muncul saat kita sedang dalam tahap amarah.
3.
Tawar-menawar: Disini, kita mulai melakukan
tindakan tawar menawar dengan apapun. Paling sering adalah meminta ampunan
kepada tuhan dan memohon untuk mengembalikan kepada kita sesuatu yang sangat
penting, yang hilang. Seperti “Saya tidak akan marah kepada istri saya lagi jika
kau membuatnya kembali tuhan.” “Saya berjanji belajar lebih giat dan tidak
membentak orangtua saya jika kau membawa mereka kembali.” Dan kasus paling
anehnya adalah mereka bisa sampai meminta bantuan yang tidak jelas, seperti
orang aneh atau ritual-ritual aneh lainnya.
4.
Depresi: Pada tahapan depresi kita sudah disuruh
orang untuk “move on”. Kalau orang ada yang bisa agak lama dalam tahap ini, itu
tidak apa-apa, karena memang membutuhkan waktu. Biasanya di tahap inilah,
mereka melakukan introspeksi diri atas apa yang terjadi. Mulai berpikir apakah
mereka bisa hidup tanpa apa yang hilang itu. Atau bersiap-siap untuk menghadapi
yang paling buruk.
5.
Penerimaan: Dalam tahap penerimaan, kita sudah
menerima kalau semua itu telah terjadi. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk
mencegahnya, tapi itu sudah terjadi juga, jadi kita harus bergerak maju. Tahap
inilah yang orang lain sering katakan sebagai kondisi dimana mereka sudah “move
on”.
Yang Bruce muda waktu itu rasakan juga ini, hanya saja dia
tidak melewati tahapan kubler Ross ini. Tapi langsung melompat ke tahapan
penerimaan. Dia menerima kenyataan bahwa orangtuanya telah wafat, dia tidak
merasakan depresi, tapi dia memiliki amarah besar atas apa yang terjadi. Dia
tidak mencoba menawar apapun. Yang ada ialah dia berjanji untuk membalas dendam
mereka yang melakukan ini kepada orang tuanya. Yang malahan, membuat dia
melakukan tindakan yang sangat ekstrim. Salah satunya adalah berlatih menjadi
ninja paling kuat. Jadi, dari sini kita bisa tahu mengapa dia melakukan apa
yang paling sering ia lakukan, menjadi hakim jalanan.
Sekarang kita lihat lagi kenapa dia memilih Kelelawar?
Kenapa memilih kelelawar, ada banyak henwan lainnya yang lebih mengerikan
daripada kelelawar, ada singa, ada puma, ada ikan hiu, tapi kenapa kelelawar? Yang
sudah menonton Batman begins pasti tahu. Itu karena dia ingin memberikan rasa
takut yang ia miliki kepada orang lain. Selain itu juga karena dia ingin
mengalahkan rasa takut paling dalamnya. Jika kita bisa melihat maknanya adalah
dia tidak ingin takut kepada apapun, untuk bisa pergi ke neraka dimana tiada
orang pernah mengalaminya.
Jadi, sampai disini saja dulu penjelasan sedikit tentang
otak yang dimiliki oleh Batman. Mungkin ada yang salah, tapi jika ada saran
atau kalian suka atau tidak suka dengan konten ini, beri saja komentar di
bawah. Sampai kita bertemu lagi, selamat tinggal!
No comments:
Post a Comment