Sunday, September 18, 2016

Madness

Beberapa saat yang lalu aku sedang mandi. Lalu tidur. Lalu makan. Lalu bermain. Kemudian aku sadar dan memiliki ide yang sangat menarik untuk tulisan minggu ini. Karena malamnya aku melihat seekor kelelawar dan aku jadi teringat kembali dengan pahlawan yang tidak nyata yang paling kusukai Batman! Tapi kalau hanya sejarahnya pasti semua (hampir) orang tahu sejarahnya. Jadi, apa yang kan kulakukan adalah membedah pikirannya kenapa dia menjadi Batman!

Untuk memulai semuanya kita harus tahu dulu ada berapa kepribadian yang ia (Bruce Wayne) miliki. Yang jelas ada 3. 3? Darimana saja tiga? Ya, untuk menjawab pertanyaan kalian, 3 karena yang kesatu! Adalah seorang milyuner dengan kepribadian dia menjadi playboy dan agak narsis. Yang kedua adalah kepribadian saat dia memakai kostum Batman, kepribadian ini membuat dia menjadi orang yang lebih gelap dan ya, seperti yang kalian lihat saat sedang membaca Batman atau menonton filmnya. Sedangkan yang ketiga, adalah kepribadian dia yang paling asli. Yang tidak pernah ia buat-buat. Kepribadian ini adalah Bruce Wayne yang paling asli. Kepribadian yang mungkin jika kurang teliti tidak terlihat, tapi ini adalah kepribadian yang sering ia perlihatkan. Dengan ketiga kepribadian inilah, Bruce Wayne adalah Batman.

Kedua, aku tahu aku sudah bilang sebelumnya kalau kebanyakan dari kalian pasti tahu sejarah mengapa ia menjadi Batman, tapi ya, untuk mengetahui isi kepalanya kita harus tahu sejarahnya. Jadi, Bruce Wayne lahir di keluarga yang menyayanginya dan mencintainya. Disana dia juga dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih. Saat dia bermain, dia terjatuh ke dalam gua. Disana dia diserang oleh sekelompok Kelelawar dan itu membuatna takut. Kemudian, di umur dia, 1 Windu. Dia melihat orangtuanya mati di depan matanya. Di titik inilah, dia berubah. Jika kalian ingin tahu sesuatu, ada yang bernama 5 tahapan duka. Yang diciptakan oleh seorang bernama Elizabeth Kubler-Ross. Di dalam wawancaranya dengan 500 orang yang sedang dalam tahap duka (Aku tidak tahu bagaimana dia mendapatkan informasi dari 500 orang ini), dia menyimpulkan kalau ada 5 tahapan ini, yaitu penolakan, amarah, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan. Walaupun begitu, tidak selalu semuanya terjadi, kadang ada yang langsung menerima, atau memulai dari amarah, dan sebagainya. Tapi pada umumnya inilah yang terjadi. Penjelasan dengan contoh singkat ialah:

1.       Penolakan: Seseorang yang baru kehilangan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya menolak kalau “hal” itu (hilang red.) terjadi. Mereka biasanya mulai kehilangan semangat untuk hidup karena tanpa sesuatu itu hidup tidaklah berarti. Kita mulai merasa cemas asalnya saat baru mulai, kemudian kita mulai menyangkal semua ini telah terjadi. Kita mulai berpikir apakah kita bisa hidup tanpa ini.

2.       Amarah: Saat amarah terjadi biasanya kita menyalahkan orang lain atau diri kita sendiri atas hal yang terjadi itu. Kita mulai bertanya “kenapa ini bisa terjadi?” “kenapa saya tidak mencegah hal itu?” “Kan saya sudah meminta tolong kepadanya? Kenapa dia tidak melakukannya?” Kadang pertanyaan semacam ini muncul saat kita sedang dalam tahap amarah.

3.       Tawar-menawar: Disini, kita mulai melakukan tindakan tawar menawar dengan apapun. Paling sering adalah meminta ampunan kepada tuhan dan memohon untuk mengembalikan kepada kita sesuatu yang sangat penting, yang hilang. Seperti “Saya tidak akan marah kepada istri saya lagi jika kau membuatnya kembali tuhan.” “Saya berjanji belajar lebih giat dan tidak membentak orangtua saya jika kau membawa mereka kembali.” Dan kasus paling anehnya adalah mereka bisa sampai meminta bantuan yang tidak jelas, seperti orang aneh atau ritual-ritual aneh lainnya.

4.       Depresi: Pada tahapan depresi kita sudah disuruh orang untuk “move on”. Kalau orang ada yang bisa agak lama dalam tahap ini, itu tidak apa-apa, karena memang membutuhkan waktu. Biasanya di tahap inilah, mereka melakukan introspeksi diri atas apa yang terjadi. Mulai berpikir apakah mereka bisa hidup tanpa apa yang hilang itu. Atau bersiap-siap untuk menghadapi yang paling buruk.

5.       Penerimaan: Dalam tahap penerimaan, kita sudah menerima kalau semua itu telah terjadi. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya, tapi itu sudah terjadi juga, jadi kita harus bergerak maju. Tahap inilah yang orang lain sering katakan sebagai kondisi dimana mereka sudah “move on”.

Yang Bruce muda waktu itu rasakan juga ini, hanya saja dia tidak melewati tahapan kubler Ross ini. Tapi langsung melompat ke tahapan penerimaan. Dia menerima kenyataan bahwa orangtuanya telah wafat, dia tidak merasakan depresi, tapi dia memiliki amarah besar atas apa yang terjadi. Dia tidak mencoba menawar apapun. Yang ada ialah dia berjanji untuk membalas dendam mereka yang melakukan ini kepada orang tuanya. Yang malahan, membuat dia melakukan tindakan yang sangat ekstrim. Salah satunya adalah berlatih menjadi ninja paling kuat. Jadi, dari sini kita bisa tahu mengapa dia melakukan apa yang paling sering ia lakukan, menjadi hakim jalanan.

Sekarang kita lihat lagi kenapa dia memilih Kelelawar? Kenapa memilih kelelawar, ada banyak henwan lainnya yang lebih mengerikan daripada kelelawar, ada singa, ada puma, ada ikan hiu, tapi kenapa kelelawar? Yang sudah menonton Batman begins pasti tahu. Itu karena dia ingin memberikan rasa takut yang ia miliki kepada orang lain. Selain itu juga karena dia ingin mengalahkan rasa takut paling dalamnya. Jika kita bisa melihat maknanya adalah dia tidak ingin takut kepada apapun, untuk bisa pergi ke neraka dimana tiada orang pernah mengalaminya.






Jadi, sampai disini saja dulu penjelasan sedikit tentang otak yang dimiliki oleh Batman. Mungkin ada yang salah, tapi jika ada saran atau kalian suka atau tidak suka dengan konten ini, beri saja komentar di bawah. Sampai kita bertemu lagi, selamat tinggal!

No comments:

Post a Comment