Pernahkan kalian merasakan mual? Pusing? Ingin tidur?
Keringat dingin? Batuk-batuk? Perasaan ingin bunuh diri? Wah, sucks to be you!
Tapi beberapa dari gejala di atas adalah salah satu pertanda
kalian sedang dalam amarah besar. Mungkin kalian sedang berada dalam perjalanan
lalu kalian marah karena jalanan macet. Atau mungkin kalian sedang bermain game
dan tiba-tiba lawan kalian menjadi jauh lebih ahli daripada kalian. Atau
mungkin kalian marah kepada diri sendiri karena tidak bisa mengerti sebuah
situasi (eg. Kenapa aku tidak diterima tanpa alasan. Ayolah, berikan alasannya
kepadaku, jangan biarkan aku tertinggal disini tanpa alasan.) Ujung-ujungnya
kita pasti deperesi atau mungkin kita akan menemukan solusi dari amarah
tersebut dan menjadi tenang. Bagaimanapun ujungnya situasi saat kita seperti
ini itu tidak sehat dan menyebalkan. Betul, tidak ada orang yang menyukaimu
saat kau marah, karena itulah jangan marah. Tapi untuk tahu kenapa kita bisa
marah mari, baca lebih lanjut.
Jadi, kebanyakan situasi yang bisa membuat kita marah
smuanya berasal dari diri kita sendiri. Ingat hal itu, camkan dan tanamkan
dalam pikiranmu saat mebaca artikel ini. Semuanya
berasal dari dirimu. Ingat hal itu. Tidak ada orang yang bersalah atas
membuatmu marah, ya ada, hanya saja kau membuat dirimu marah. Lalu apa yang
sebenarnya membuat kita marah?
Jika kalian membaca artikel diatas (pengantar yang penting)
kebanyakan alasan diatas itu adanya karena kita tidak memiliki kontrol atas
sesuatu yang seharusnya kita miliki atau kita rasa miliki. Tapi tidak semuanya
seperti ini. Misalnya saja, saat kita menonton pertandingan sepak bola atau
apapun itu. Kita merasa kalau tim yang kita jagokan tidak menang karena
berbagai alasan. Kita mulai menyalahkan banyak hal, seperti salah satunya
mungkin wasitnya tidak benar, salah satu pemain penting sedang tidak dalam
keadaan prima atau apapun itu alasannya. Sumbernya tetap saja dari ego pribadi
kita, kita egois, kita ingin tim itu menang. Tapi bagaimanapun juga kita tidak
memiliki kuasa atas permainan itu jadinya kita marah. Ya, sama seperti diatas
ternyata.
Bukan berarti kita tidak boleh marah kepada sesuatu, kalau
ada orang mengamcil makananmu tanpa izin atau kau ditikung tiba-tiba oleh teman
baikmu dengan kecepatan seperti Milennium Falcon kau boleh marah. Jangan
gunakkan amarah terlalu sering, karena itu tidak baik untuk kesehatan mental
juga. Saat kita sedang marah atau dalam keadaan yang tidak mengenakkan, badan
kita bisa mengeluarkan adrenalin. Adrenalin itu ada supaya kita bisa
mendapatkan kontrol atas situasi yang ada. Misalnya saja ayahmu tertimpa mobil
dalam keadaan terbakar. Mungkin terlihat kau tidak bisa menyelamatkan ayahmu,
tapi, karena ada adrenalin, pemuncakan energi sesaat itu cukup untuk mengangkat
mobil dan menyelamatkan ayahmu. 
Jadi, pada kesimpulannya adalah kita tidak boleh
sering-sering marah. Situasi untuk kita marah ada, tapi jangan gunakkan semua
situasi yang ada sebagai tempat untuk marah. Jika kalian ingin tahu kenapa
marah itu tidak baik, lihat saja Hulk. Dia adalah alasan pertama kenapa kita
tidak boleh marah. Pada satu titik saat amarahnya sedang memuncak, kepribadian
Bruce Banner hilang dan yang ada hanya kepribadian Hulk. Apakah kalian ingin
seperti itu? Dimakan oleh amrah yang ada dan kehilangan diri kalian sepenuhnya?
Selama ini belum ada orang yang seperti itu, tapi setiap kali kalian marah,
kalian pasti kehilangan sedikit kendali atas diri kalian. Dan, ini bisa saja
terjadi saat kalian marah. Jadi tolong, jagngan marah kepada hal sepele.




















