Wednesday, January 25, 2017

Fear

Jadi pada hari selasa, aku merasakan rasa takut. Rasa takut yang mungkin sudah pernah dialami semua orang, rasa takut untuk mati. Kemudian dulu aku pernah merasakan rasa takut yang jika dipikir-pikir lagi, sekarang rasa takut itu sangatlah bodoh, yaitu takut untuk berbicara dengan wanita. Ya, jujur saja aku terkadang masih memiliki masalah dalam berbicara kepada wanita. Tapi, pertanyaannya adalah mengapa kita bisa takut kepada hal? Mengapa rasa takut itu ada? Mengapa kita merasa resah ketika takut?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, aku mencoba mencari jawabannya di dunia besar kita. Internet. Disana aku menemukan banyak sekali jawaban mengenai mengapa kita takut, apa fungsi dari rasa takut, dan apa saja yang terjadi saat kita takut.

Salah satu jawaban yang paling kusukai berasal dari Karen Walker, dia bilang kalau rasa takut itu berguna untuk kita memprediksi apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya. Dan, berdasarkan pengalamanku sendiri, itu benar. Aku pernah beberapa kali berpikir sepertinya aku akan gagal besar dalam acara ini, atau aku sepertinya tidak akan pernah berhasil berbicara di depan umum. Dan ternyata itu terjadi.

Jadi, bagaimana rasa takut bisa terjadi?
Pada dasarnya, rasa takut berasal dan terjadi dari pengalaman atau kejadian yang tidak ketahui. Atau mungkin bahkan pernah kita rasakan sebelumnya yang memiliki pengaruh buruk. Selain itu, rasa takut ternyata bisa berasal dari tingkat genetis. Kita lebih mudah takut terhadap ular daripada kita takut terhadap deodoran. Mungkin Ular itu tidak pernah melakukan apapun terhadap kita, tapi karena dari zaman leluhur kita, ular pernah membuat banyak kematian kepada manusia, maka rasa takut ini ditanam. Tapi, ini tidak selalu terjadi. Terkadang di beberapa daerah (contoh) India, mereka tidak takut terhadap ular. Mengapa? Ternyata leluhur mereka dari dulu bisa mengendalikan ular. Jadi, bisa dibilang rasa takut itu diturunkan dan tergantung daerahnya saja.

Rasa takut setelah diteliti ternyata kebanyakan berasal dari daerah depan otak kita. Jika kita kehilangan bagian itu, maka kita tidak akan merasakan takut lagi, tapi juga kita tidak akan mengingat banyak hal lagi. 

Aku juga menonton sebuah acara dari Jia Jiang tentang pengalamannya yang berisi penolakan selama 100 hari. Jadi, selama 100 hari dia harus mencari penolakan dari orang manapun. Maka, yang ia rencanakan adalah cara supaya orang mau menolak dia. Salah satunya adalah meminta uang 100 dolar kepada orang asing. Saat ditanya mengapa dia ingin meminta 100 dolar, respons utamanya adalah lari. Ini juga salah satu perilaku yang unik, yaitu lari. Kita lari saat kita ingin mengejar sesuatu atau saat kita ingin kabur dari suatu kejadian. Dalam kasus ini, saat ditanya kenapa dia meminta uang 100 dolar. Dalam kondisi ini, badan kita secara insting langsung memiliki kondisi pilihan, yaitu melawan atau kabur. Dan seringkali dalam kasusku, aku memilih kabur. Saat kabur, tentu saja kita menghilangkan kesempatan atau keterkaitan apapun terhadap suatu kejadian. Tapi, saat kita melawan kita bisa mendapatkan 2 ujung, yaitu menang atau kalah.

1 lagi cerita menarik yang kudapat berasal dari Karen Walker. Dia bercerita tentang kapa Sussex yang berlayar. Mereka diserang oleh sekawanan paus sperma dan harus segera berlabuh. Ada 2 kemungkinan tempat mereka berlabuh, yaitu 1 di pulau yang dekat namun dikatakan berisi orang kanibal, atau 1 lagi pergi ke Amerika selatan yang lebih jauh. Karena mereka benar-benar takut dengan orang-orang kanibal itu, akhirnya mereka berlayar menuju Amerika selatan. Dalam perjalanan mereka, akhirnya makanan mulai habis dan pada akhirnya beberapa mulai menghabisi kawan-kawannya. Saat ditemukan hanya tinggal setengah kru lagi. Setelah diteliti jalur mereka, ternyata jika pergi menuju pulau yang dikira kanibal itu, mereka akan tiba di Tahiti.

Jika melihat dari hasil yang seperti ini, rasa takut mungkin lebih tepat dibilang sebagai rasa yang menahan kita. Tapi bukan. Sama seperti semua perasaan yang ada, rasa takut di desain untuk kita bisa bertahan hidup. Tanpa rasa takut kita mungkin akan berjalan tanpa melihat kanan dan kiri jalan. Kita mungkin berjalan di pinggir jurang, walaupun kita tahu jurang itu dalamnya lebih dari 100 meter. Beberapa dari kalian melihatnya sebagai hal yang mungkin positif, seperti “tanpa rasa takut aku bisa mengajak dia pergi” atau “Tanpa rasa takut aku bisa menjadi tentara yang lebih efektif”. Tidak, tidak bisa seperti ini.

Rasa takut memang akan membelenggu kita, tapi bagaimana cara kita melepaskan diri dari rantai takut ini? Ada beberapa cara, yaitu:

1. Cari orang yang lebih tahu atau setidaknya tidak takut pada hal itu. Dengan begitu, kau bisa melihat bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah itu dan nantinya kau sendiri bisa melakukannya.

2. Jangan terlalu dibesarkan, jika kau melihat akibat atau dampak yang akan terjadi, maka kau akan terbelenggu selamanya. Jadi, cara yang tepat adalah bagaimaan mengatasi situasu ini tahap-demi-tahap. Dengan begitu kau bisa tahu apa yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena apa yang akan terjadi bukan berada di kendali kita maupun orang lain. Mengalir begitu saja.

3. Rasa takut itu kebanyakan hanya ilusi dan yang ada hanya menghambat kita. Jadi, salah satu jalan yang paling tepat adalah berpikir realistis. Walaupun iya kamu sedang berada dalam titik paling menakutkan. Misalnya terjebak dalam hutan. Kau harus bisa berpikir realistis, kenali lingkungan sekitar dan coba amati apa bahaya yang bisa ada. Kemungkinan kebanyakan bahaya berasal dari diri kamu sendiri, jadi coba lihat dengan benar dan adaptasi.

4. Ingat juga kalau kamu tidak akan bisa kabur dari rasa takut, yang harus dilakukan bukanlah mengeliminasi rasa takut, tapi coba pahami dan lewati rasa takut itu. Rasa takut akan tertabrak di jalan itu pasti ada, tapi bagaimana cara kita mengatasinya itu lebih penting.

Rasa takut akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Kita bisa meminta bantuan orang, pergi dari rasa takut itu, atau bahkan mencoba melawannya. Tapi kau harus ingat selalu, rasa takut ada untuk membantumu, walaupun rasanya tidak enak kita harus menerimanya. Karena bagaimanapun juga, tanpa rasa takut kita tidak bisa berdiri di tempat ini.

Dan dalam pencarianku mencari apa itu rasa takut, aku menemukan sebuah peta kesadaran manusia. Peta ini dibuat oleh David R.Hawkins. Seorang Filusuf dari Amerika Serikat. Dia bercerita bagaimana manusia bisa berkembang dan tahapan-tahapan yang ada dalam kesadaran manusia. Intinya adalah melihat diri kita sudah sejauh apa kita maju. Jika kalian tertarik dengan hal itu, linknya ada dibawah beserta penjelasan.



Sumber:

David R.Hawkins map

Legilis

“F, menurutmu apa menurutmu orang-orang saat ini sombong?”
“Maksud kau apa? Mereka menyombongkan kekayaan mereka? Atau mereka berteriak kepunyaan mereka?”

“Bukan, bukan itu. Maksudku apakah mereka tidak peduli dengan yang lain? Dengan orang lain atau dunia yang mereka injak? Kalau aku melihatnya selama ini mereka terlalu peduli dengan diri mereka sendiri. Tidak peduli dengan apapun selain mereka. Apa kau melihat itu sebagai suatu kewajaran?”
“Tidak, memang menurutku ini adalah suatu kesalahan. Tidak boleh ada orang yang melupakan darimana mereka berasal, tapi apakah kita memiliki hak untuk mengingatkan mereka? Karena bagaimanapun juga kita bekerja di perusahaan bumi, dimana sebenarnya kita menghancurkan bumi, bukannya menyelamatkan bumi.”

“Betul juga, mau kau keluar bersamaku dari perusahaan ini? Mencoba membuat manusia ingat kembali dimana mereka tinggal?”

“Baiklah, ayo kita lakukan, lagipula aku tidak suka juga dengan tempat ini.”

Dan begitulah, aku dan F pergi dari perusahaan itu. Berasal dari 1 gagasan sederhana untuk mengingatkan manusia dimana mereka tinggal. Dari ide sederhana saja, aku pergi meninggalkan bumi. Kami pergi menuju Mars, dimana mereka bilang kesempatan berada. Disana masih kosong, tapi menurutku itulah tanah peluang.

Selama 3 tahun aku dan F bekerja dengan keras mencari cara untuk memberitahu manusia kalau Bumi itu snagat indah dan harus dilindungi. Mungkin Mars memang pilihan kedua, Koloni-koloni juga mungkin solusi yang tepat. Tapi darimana semua udara itu datang? Darimana asal air itu? Semuanya dari Bumi.

3 tahun itu hanya dihabiskan mencari sumber daya dan tenaga kerja untuk membantu proyek kita. Kebanyakan dari mereka sama seperti kamu, pionir. Untung saja semuanya memiliki pandangan yang mirip, mereka ingin mengubah pandangan manusia terhadap bumi. Dan bagaimana cara kami memperlihatkannya? Dengan membuat mereka melihat diri mereka sendiri.


Setiap hari kelompok Belajar 7 berjalan berkeliling kota mencari ilmu. Metode yang dimiliki mereka memang eksperimental, tidak ada ruangan tertutup untuk mempelajari ilmu, yang ada hanyalah dunia ini sebagai tempat untuk belajar. Meskipun begitu, masih saja mereka tidak memperhatikan keadaan sekitar, mungkin memperhatikan, tapi apakah mereka mengerti? Apakah mereka peduli? Ratusan jam mereka habiskan untuk mengetahui fakta-fakta tentang Bumi yang indah, tapi kebanyakan hanya terbuang menjadi sisa pikiran saja. Mereka dibawa untuk membuka mata mereka kemanapun, ke dalam diri, luar dunia, yang lebih tinggi, yang lebih rendah, semuanya dicoba. Tapi, mereka tidak melakukan apapun dengan informasi itu. Kebanyakan hanya menjadi informasi yang lewat saja. Memang sulit, melakukan yang harus kau lakukan sembari melakukan yang kau suka. Terkadang hal itu malah dapat dibilang mustahil. Karena itulah selama ini mereka akan mencoba melakukan hal yang mustahil, yang disukai dan yang tidak disukai sama-sama dilakukan.

Kali ini, perjalanan mereka membawa ke tempat dimana jawaban berada, sekaligus pertanyaan berasal. Dimana jawaban adalah pertanyaan dan pertanyaan adalah jawaban.

Mereka disana diberikan pencerahan mengenai apa itu dunia dan dunia itu apa (Ternyata 2 hal itu berbeda). Nama dari tempat itu adalah Urgu. Mereka bertemu orang tua yang sungguh brilian. Dia sudah hidup sebelum zaman penyamaan nama. Jadi, namanya masih lengkap, yaitu Sofo Manka. Dia adalah orang yang benar-benar bijak. Senang sekali berbagi ilmunya, tapi juga senang menjawab pertanyaan mereka. Dengan semangatnya dia jelaskan apa yang dimaksud dengan dasar-dasar Urgu, apa itu sebenarnya Urgu, mengapa Urgu penting. Karena pada dasarnya, Urgu adalah diri kita semua, tanpa Urgu, tiada pertanyaan dapat dijawab.

Sesi itu berlangsung sangat lama, tidak terasa waktupun memberitahu mereka kalau sudah saatnya kembali kawan. Jadi, mereka pun kembali kedalam kehidupan mereka yang sesungguhnya masing-masing. Sendirian.

Dalam perjalanan setiap orang berpikir apa yang sebenarnya akan terjadi, apa yang mereka lihat benar, apa itu jujur, apa itu dunia. Dan tentu saja mengapa semuanya salah.

Pada sore hari dimana semuanya telah usai, di langit, di langit yang masih berisi awan terlihat benda raksasa. Terlihat benda raksasa. Mereka melihat bumi. Tapi bukan sembarang bumi, bumi mereka sendirilah yang sedang dilihat. Bumi yang mereka pijaki. Bumi ini dari atas terlihat begitu biru, begitu indah, dan begitu besar. Kehidupan mereka yang sungguh kecil tidak berarti apapun bagi bumi yang raksasa ini. Kematian kita hanya membawa dampak yang baik bagi bumi, sedangkan kehidupan kita yang ada malah memberikan kesengsaraan baik untuk kita maupun bumi ini. Lantas apa tujuan kita?





Note: Video yang ada berasal dari channel Vsauce di youtube, yang kemudian diedit oleh orang lain supaya hanya bagian ini yang terlihat, mungkin sebagai bentuk visual dari apa yang kumaksud. Cara paling enak menikmatinya adalah dengan dimatikan musiknya atau ganti saja dengan musik yang kalian rasa enak.


Wednesday, January 18, 2017

Menyesal

Setiap hari kita selalu melihat dunia. Bagi yang tidak bisa melihat, mungkin mereka bisa merasakan dan mendengar bagaimana dunia sessunguhnya. Pernahkah kita misalnya melihat ada seorang lelaki atau wanita yang baru saja jatuh dari kendaraan dan ia meminta pertolongan? Pernahkah kalian merasa kalau seharusnya kalian membantu orang itu, bukannya hanya duduk diam dan melihat saja? Atau mungkin yang terjadi adalah kalian sedang menghabiskan waktu kalian di internet dan bukannya mengerjakan pekerjaan kalian? Mungkin yang itu lebih sering dan hasilnya apa yang terjadi? Kita semua harus mengerjakan tugas tambahan yang asalnya karena kita tidak mengerjakan tadi.

Nah, sekarang setelah merasakan hal-hal yang serupa atau mungkin sama dengan diatas kalian pastinya merasa menyesal, jika tidak mungkin ada hal yang salah dengan kepala kalian. Dan, terkadang penyesalan bisa benar-benar mematikan, karena aku sendiri merasakan kalau penyesalan itu dapat membuat pisau yang sangat tajam menjadi terlihat tumpul. Membuat atap setinggi 6 meter menjadi 3 meter. Dan, aku hampir sekali pergi ke sisi itu, tapi untungnya tidak. Karena aku adalah orang yang ingin memberitahu kalian kalau penyesalan itu tidak apa=apa, malah sebenarnya penting.
Kita mulai dulu dari kata-kata “No Ragrets”. Atau lebih tepatnya, hidup tanpa penyesalan. Terkadang kita mengatakan hal ini untuk berkata kepada diri sendiri kalau hal yang akan kita lakukan 
"No Ragrets"

selanjutnya tidak akan menghasilkan konsekuensi yang sangat besar, atau dalam bahasa lainnya kita berani bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi selanjutanya. Biasanya kita mengatakan hal ini apabila bertemu dengan teman-teman kita dan hendaknya melakukan hal bodoh. Tapi, yang terjadi setelahnya kita (contohnya saja kau merasa kalau bisa melompat dari ketinggian 4 meter dan selamat. Kenyataannya kau patah tulang) menyesali perbuatan itu. Penyesalan tidak harus datang dari kita melakukan sesuatu. Salah satunya bisa datang dari misalnya saja kita tidak melakukan yang dapat membuat orang senang. Misalnya mengatakan kepada ibumu bahwa kau mencintai ibumu, mengatakan kepadanya terima kasih, dan mencintainya. Terkadang hal-hal itu tidak tersampaikan dan pada akhirnya saat dia telah tiada kau menyesal tidak pernah mengatakan hal itu. Tapi mengapa kita menyesali hal-hal itu? Jawabannya adalah karena memang harusnya kita memiliki hal itu, memiliki suatu cara supaya kita dapat berevolusi lebih lanjut.

Jadi, dalam bacaan-bacaan yang aku lihat tadi, kebanyakan grup yang memiliki tingkat penyesalan yang sangat tinggi adalah orang tua yang depresi. Ya, orangtua yang depresi biasanya memiliki penyesalan yang sangat banyak karena mereka tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tidak melakukan investasi, melewatkan kesempatan karir, dan masih banyak lagi. Dan ini sangat berpengaruh kepada cara mereka memandang dunia. Dalam suatu eksperimen, para manula dan pemuda dibawa kedalam sebuah tes. Mereka diajak untuk memainkan permainan dimana jika mereka membuka kartu, apabila sama mereka akan mendapatkan skor, sedangkan apabila kartu yang terbuka adalah kartu iblis, maka mereka akan kalah dan semua skor yang ada hilang. Terbagi menjadi 3 grup, manula yang tidak depresi, manula yang depresi, dan pemuda saja. Hasil tes adalah, saat mereka semua mendaptkan kartu iblis, manula yang bahagia berlanjut dengan strategi yang sama, sedangkan pemuda dan manula yang depresi mulai kehilangan strategi mereka dan mencoba segala cara yang mereka anggap mungkin bisa menang. Lebih tepatnya menembak dalam ruangan gelap. Dan yang terjadi adalah, grup manula bahagia mendapatkan skor lebih tinggi daripada grup lainnya.
Selain itu, apa sebenarnya yang terjadi saat kita menyesal? Apa yang terjadi di kepala kita sehingga terjadi rasa penyesalan? Saat terjadi penyesalan, ada area di otak yang bernama Anterior Cingulate Cortex. Dimana fungsinta adalah mengontrol pelonjakan emosi. Dan saat kita memiliki penyesalan yang tinggi, otak kita menyalakan bagian ini dengan tingkat yang lumayan tinggi. Selain area ini, ada pengurangan di area Ventral Striatum. Atau area otak yang memproses sistem hadiah. Yang artinya kita sudah tidak mengharapkan apa-apa. Ini menjelaskan mengapa saat menyesal kita merasa hampa. Hal itu karena kita sudah tidak memiliki tujuan apapun lagi.

Saat menyesal yang ada pasti kita ingin segera pergi dari tempat itu dan kembali menjadi manusia biasa. Nah, bagaimana caranya? Yang pertama adalah:

1. Lepaskan saja. Jika situasi itu tidak bisa kita ubah, lebih baik biarkan saja.

2. Ingat kenapa kamu menyesal, jika kamu tahu kenapa kamu menyesal, tandanya kamu tahu 
salahnya dimana. Dan kamu tahu apa yang harus diperbaiki selanjutnya.

3. Saat melihat penyesalan, lihatlah kesempatan. Ini salah satu tips cara orang sukses bisa menjadi sukses. Saat mereka melakukan kesalah, mereka tentu saja menyesal, tapi apa yang mau mereka lakukan selanjutnya? Hal itu adalah yang paling penting. Melanjutkan hidup.

Manusia pastinya telah melakukan kesalahan sebelumnya dan kita adalah makhluk yang dirumorkan memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri kita sendiri. Fungsinya adalah cara untuk bertahan hidup. Misalnya saja, saat kita tengah di hutan dan kita lupa membawa makanan, yang ada kita pasti menyesal mengapa tidak membawa makanan dan hanya menyusahkan diri sendiri. Lalu apa yang kita lakukan? Kita tentu saja memperbaiki atau mencoba untuk memperbaiki. Seperti membawa makanan selanjutnya, atau mempersiapkan makanan dari hari-hari sebelumnya. Selain itu fungsinya memang betul seperti kata orang-orang, kita menjadi melihat ke depan dan ingat bahwa masa lalu adalah kanvas yang sudah jadi, kita tidak dapat mengubahnya menjadi lebih baik lagi, sedangkan masa depan, semuanya masih tidak pasti. Sekarang apa yang kau inginkan? Apakah kau ingin terjebak dalam masa lalu atau kau ingin maju ke depan?



Sumber:

Volvo

Pada suatu hari di tempat yang cukup jauh, ada sebuah kota yang dihuni oleh jutaan orang. Kota itu dihuni oleh penduduk yang kebanyakan bekerja keras, mereka setiap hari pergi dari 1 titik ke titik lainnya. “Permata pulau” itulah yang orang-orang sebut. Memang, tempat ini dipenuhi oleh berbagai atraksi dan hiburan, tapi itu semua hanya untuk para pengunjung. Dan mereka yang tinggal disana? Ya, kita bisa bilang kalau mereka tidak memiliki apapun, baik di kepala maupun di kantung mereka. Kebanyakan orang-orang ini bekerja dengan sangat keras sampai mereka lupa, siapa mereka sebenarnya. Dan satu-satunya cara untuk mengembalikan diri mereka kembali, mengetahui siapa jati diri mereka, yang harus dilakukan ialah berjalan. Tapi bukan di sembarang tempat saja, karena mereka adalah orang-orang yang spesial, maka tempat untuk berjalannya pun spesial. Tentu saja, tempat mana lagi yang tepat untuk berjalan selain hutan? Hanya hutan tempat yang tepat untuk menemukan jati diri mereka, tepatnya alam. Maka, kita akan melihat perjalanan mereka yang mencoba untuk menemukan jati diri mereka di hutan utara. Konon, apabila mereka kehilangan jejak akan apa sebenarnya diri mereka, maka yang terjadi adalah hilangnya diri. Atau dalam kata-kata sederhana, mereka kembali dalam wujud yang sama sekali berbeda. Entah karena faktor psikologis atau karena hutan itu sendiri.

Tolong catat kalau semua penduduk dari kota ini tidak memiliki nama. Mereka diberikan tanda huruf dan angka untuk memudahkan proses identifikasi. Karena, menurut mereka nama hanya menyusahkan mereka, sedangkan kombinasi angka? Itu sudah lebih pasti dan lebih mudah.
“Apakah kita betul-betul akan masuk ke hutan ini?” D4 bertanya. “Untuk apa?”

“Kita coba jalankan saja, hanya berjalan sedikit saja.” A1 menjawab dengan senang hati.

“Kenapa orang-orang pergi ke tempat ini? Disini semuanya sangat jauh dan jalannya benar-benar buruk. Tidak ada cara transportasi lain juga, selain dari mereka penunggu hutan ini.”

“Lebih baik kita masuk saja dulu, jika sampai sana masih tidak enak, kau boleh kembali lagi. Yang jelas, sisanya apabila ingin meneruska silahkan ikuti aku. Tidak jauh, hanya sampai sektor G9.”

“Itu jauh.”

Dengan langkah yang pelan namun pasti, grup itu berangkat. Grup pelajar nomor 7. Mereka adalah grup berisi para pelajar yang akan dilepas kembali. Orang-orang bilang grup ini revolusioner karena metode mereka yang berbeda dalam memberikan pelajaran, tetapi banyak juga yang merasa kalau metode pembelajaran seperti ini terlalu revolusioner. Malah yang ada merusak tatanan ketetapan yang ada. Sehingga membuat grup ini sering ditanya oleh orang-orang.

Kebanyakan orang sudah menyerah atau bahkan tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan ini. Mereka hanya akan berhenti dan kehilangan diri mereka untuk sesaat sebelum kembali lagi, atau hilang saja selama-lamanya. Berbeda dengan grup pelajar nomor 7. Mereka didesain untuk bisa menahan ini semua. Bukan sebagai manusia yang ahli dalam segala bidang, tapi sebagai manusia yang memiliki mental terkuat dan terbaik dalam bidang mereka. Seperti misalnya saja X1, atau sebutannya Cross. Dia ahli dalam bidang skematika, dan meskipun belum yang terbaik dalam dunia, dia tetap saja yang terbaik dari 1 kota itu. Meskipun begitu, dalam hal lain, seperti penghitungan GN Drive, dia tidak bisa.

Setelah 1 jam mereka berjalan, mulai terlihat jelas apa diri mereka sebenarnya. Selain dari mereka yang tentu saja menemukan bahwa mereka sebenarnya tidak mudah lelah dan bisa terus berjalan selama yang mereka mau, ada juga sebagian dari mereka yang merasakan bahwa mereka tidak bisa terus-terusan dalam kondisi seperti ini. Dan apa yang mereka lakukan? Berjalan semakin cepat. Dengan semakin cepat berjalan, maka kita akan semakin dekat dengan tempat tujuan. Atau mungkin itulah logika yang mereka dapatkan. Masalahnya adalah 1, tenaga yang mereka pakai jauh lebih banyak daripada orang biasa dan pada akhirnya, itu menjadi pedang bermata 2. Tapi mungkin yang paling malang adalah L7, dia tanpa diketahui memiliki penyakit yang apabila ia terlalu lelah, maka yang terjadi adalah kehilangan darah yang sangat banyak. Mungkin mereka memang manusia yang diarahkan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya, tapi kecacatan produk bisa ada di siapa saja. Dan yang satu ini memiliki penyakit yang sebenarnya tidak mengerikan, tapi jika terus-terusan yang terjadi tentu saja kematian. Kematian bisa terjadi kepada siapa saja.



Wednesday, January 11, 2017

GN Drive

Seperti yang kalian tahu, aku adalah orang yang sangat menyukai Gundam. Bukan hanya karena cerita dan desain mereka, tapi juga betapa rincinya informasi mengenai teknologi yang mereka gunakkan. Salah satu yang informasinya menurutku paling lengkap berasal dari teknologi di Gundam 00. Teknologi itu adalah GN Drive. GN Drive adalah sumber tenaga yang memberi kekuatan mobile suit di seri itu. Walaupun banyak mobile suit yang dibuat dengan menggunakkan tenaga matahari, GN Drive memiliki peran yang lebih besar. Karena tenaga mereka yang tidak dapat habis dan sumber tenaga mereka.

Berasal dari GN Drive dahulu, GN Drive memiliki cara kerja yang sangat unik, karena mereka menggunakkan sebuah partikel yang bernama GN particle. Darimana asalnya? Walaupun tidak dijelaskan secara rinci bagaimana cara mereka bisa mendapatkan GN particle, menurutku sendiri karena GN particle adalah Baryon yang telah membusuk, mereka bisa mendapatkannya dari manapun.

GN Drive memiliki satu komponen yang sangat penting, yaitu TD blanket (Topological Defect Blanket). Fungsi dari TD Blanket adalah memasukkan GN particle kedalam GN Drive untuk diproses, kurang lebih seperti Karburator. Mereka memasukkan sumber tenaga kedalam mesin untuk dijadikan kekuatan. Cara pembuatan dari TD Blanket ini sangat dirahasiakan, dan memakan waktu yang sangat lama. Karena itulah, total dari GN Drive yang benar-benar murni, hanya 5 buah.

Selain dari TD Blanket, GN Drive juga memiliki Flywheel, Flywheel fungsi dasarnya adalah membuat putaran energi yang berasal dari GN particle, nantinya digunakkan sebagai tenaga gerak untuk Gundam atau benda apapun yang memiliki GN Drive.

Yang tidak kalah penting adalah GN Generation furnace. Sesuai namanya, GN Generation furnace memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengubah partikel-partikel atom yang ada menjadi GN particle, tapi yang mengambil GN particle sendiri adalah TD Blanket. Fungsi dari GN generation Furnace adalah mengubah GN particle yang masih mentah, menjadi GN particle yang bisa dipakai.

Selain yang disebutkan diatas, ada juga Stability control dan Black Box. Stability control lebih tepatnya adalah komputer, mereka yang menghitung berapa besar energi yang masuk dan yang keluar, berapa besar tenaga yang dihasilkan dan sebagainya. Sedangkan Black Box fungsinya untuk mendorong GN Drive bekerja lebih besar. Black Box memiliki fungsi untuk membuat GN Drive memasuki mode Trans-am, yang membuat GN Drive bekerja 3 kali lebih berat. Tapi 3 kali lebih efektif juga.

Efek samping dari Trans-Am adalah karena mereka menggunakkan semua GN Particle yang disimpan dalam GN Drive, setelah mode ini selesai, GN Drive masuk dalam mode “hemat energi”.  Artinya mereka membuat benda apapun yang dipasang GN Drive, menjadi lambat dan lemah karena kurangnya GN particle untuk memberi mereka tenaga, sehingga benda apapun yang dipasang menjadi lambat pada titik sangat berbahaya. Trans-am juga bisa membuat sebuah mobile suit meledak karena terkadang tekanan yang diberikan terlalu besar, sehingga GN Drivenya sendiri tidak dapat menahan tekanan yang ada. Dan ledakan besar pun, terjadi.
Sekarang kita membahas soal GN Particle.

GN Particle adalah partikel yang berfungsi untuk memberikan tenaga kepada GN Drive. Asal usul dari GN particle adalah Baryon yang sudah membusuk. Baryon memiliki keunikan, yaitu mereka memiliki 3 Quark. Apakah Quark itu? Quark adalah partikel dasar yang bisa digunakkan untuk membentuk partikel Proton dan Neutron. Proton dan Neutron adalah Baryon itu sendiri. Dan menurutku sendiri, karena Quark telah mengalami 4 reaksi fundamental (Elektromagnetis, Gravitasi, Interaksi kuat, Interaksi lemah), GN Drive memanipulasi mereka untuk diterapkan dalam Gundam mereka.
Fungsi dari GN Particle sendiri ada banyak sekali, seperti untuk memberikan tenaga untuk seluruh negara, membuat ruang pelindung, senjata laser, menajamkan benda, membuat benda-benda yang memiliki muatan listrik menjadi konslet, dan manipulasi berat. Atau bahkan evolusi manusia dalam beberapa kasus.


Karena fungsinya yang sangat luas, mereka bisa dipakai kurang lebih untuk semuanya, kecuali untuk memberi makan manusia. Yang enak adalah, jika mereka dipakai untuk memberi tenaga 1 negara, dengan ukuran yang tidak lebih besar daripada rumah, sisa ruang yang ada bisa dipakai untuk tanaman. Dan jika memang manusia bisa mendapatkan teknologi ini dan menemukan GN Particle, maka kita sedang berjalan ke arah yang benar. Semoga saja, teknologi ini bisa diwujudkan.


GN Particles