Thursday, December 1, 2016

Tab

Gatot sedang berkeras kepala sekarang. Aku yakin, aku yakin ia masih tidak percaya kalau manusia bisa berubah. Mengapa bisa begitu? Apakah tidak ada sedikitpun kepercayaan pada dirinya kalau manusia bisa berubah? Apa tidak ada sedikitpun rasa atau bentuk kepercayaan dia kepada penciptanya? Mungkin betul tuhan kami memang membuat kita untuk menghancurkan diri mereka sendiri. Tapi, itu urusan mereka, kita hanya harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Kita tidak memiliki wewenang untuk bisa melawan apa yang disuruh. Apa tugas kita? Tentu saja sebagai pelayang untuk mereka yang lebih tinggi. Dan apakah kita bisa melawan hal itu? Tentu saja tidak, karena tuhan telah menaruh kita dalam posisi yang seperti ini. Dalam posisi yang tidak mungkin bisa kita ubah kembali.

Dan dia masih saja bersikeras untuk melawan suruhan tuhan. Bukankah segala yang tuhan katakan itu benar? Bukankah segala yang tuhan lakukan itu benar? Lalu mengapa dia melawannya? Mengapa dia berani-beraninya melawan sesuatu yang sudah pasti dan absolut.

Apakah tuhan berbeda di hadapannya? Apakah tuhan yang ia miliki berbeda dengan tuhan yang aku miliki? Tapi tidak mungkin, tuhan kami adalah pencipta kami. Dan apabila kami melawan pencipta kami berarti kami melawan tuhan. Dan melawan tuhan berarti dosa. Dosa berarti kematian. Apa ia ingin mati? Apakah dia tidak ingin ada di dunia ini lagi?

Sungguh aneh sekali pikiran yang Gatot miliki. Dia memilih untuk mati daripada hidup di dunia ini. Sama saja dengan tidak usah ada kalau begitu.
Jika kematian yang ia inginkan, maka kematianlah yang akan ia dapat. Entah dari tuhan atau dari diriku.



No comments:

Post a Comment