Gatot sedang
berkeras kepala sekarang. Aku yakin, aku yakin ia masih tidak percaya kalau
manusia bisa berubah. Mengapa bisa begitu? Apakah tidak ada sedikitpun
kepercayaan pada dirinya kalau manusia bisa berubah? Apa tidak ada sedikitpun
rasa atau bentuk kepercayaan dia kepada penciptanya? Mungkin betul tuhan kami
memang membuat kita untuk menghancurkan diri mereka sendiri. Tapi, itu urusan
mereka, kita hanya harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Kita tidak
memiliki wewenang untuk bisa melawan apa yang disuruh. Apa tugas kita? Tentu
saja sebagai pelayang untuk mereka yang lebih tinggi. Dan apakah kita bisa
melawan hal itu? Tentu saja tidak, karena tuhan telah menaruh kita dalam posisi
yang seperti ini. Dalam posisi yang tidak mungkin bisa kita ubah kembali.
Dan dia masih
saja bersikeras untuk melawan suruhan tuhan. Bukankah segala yang tuhan katakan
itu benar? Bukankah segala yang tuhan lakukan itu benar? Lalu mengapa dia
melawannya? Mengapa dia berani-beraninya melawan sesuatu yang sudah pasti dan
absolut.
Apakah tuhan
berbeda di hadapannya? Apakah tuhan yang ia miliki berbeda dengan tuhan yang
aku miliki? Tapi tidak mungkin, tuhan kami adalah pencipta kami. Dan apabila
kami melawan pencipta kami berarti kami melawan tuhan. Dan melawan tuhan
berarti dosa. Dosa berarti kematian. Apa ia ingin mati? Apakah dia tidak ingin
ada di dunia ini lagi?
Sungguh aneh
sekali pikiran yang Gatot miliki. Dia memilih untuk mati daripada hidup di
dunia ini. Sama saja dengan tidak usah ada kalau begitu.
Jika kematian
yang ia inginkan, maka kematianlah yang akan ia dapat. Entah dari tuhan atau
dari diriku.
No comments:
Post a Comment