Saturday, November 19, 2016

Emerald


Permata berwarna hijau yang harganya bisa sangat tinggi itu kita ketahui dengan nama zamrud. Yang kebetulan merupakan julukan dari negara kita ini, Zamrud Katulistiwa. Zamrud juga merupakan batu dengan harga yang cukup tinggi. Karena bentuk, warna, dan kelangkaannya.

Untuk yang belum tahu, Zamrud adalah batu atau permata dengan warna hijau yang agak transparan. Semakin tinggi tingkat transparannya, semakin tinggi juga harganya. Dan semakin gelap, semakin rendah harganya. Selain tingkat transparan ada juga berat karat, ukuran, dan juga bentuk yang mempengaruhi harga. Menurutku, semakin gelap malah semakin bagus. Tapi, dalam dunia batu mulia, semakin transparan semakin bagus.

Dalam dunia geologi, Zamrud ada dalam kategori mineral beryl. Artinya kristal yang terbentuk dari senyawa berilium. Yang arti lainnya adalah kristal mahal. Salah satu kristal Beryl selain zamrud adalah akuamarin. Zamrud juga memiliki tingkat kekerasan sebesar 7.5-8 dalam skala Mohs. Misalnya kuku kita hanya sekitar 2.5 skala Mohs, maka karena itulah, kita tidak bisa menembus Zamrud, sedangkan gypsum yang hanya sekitar 2 skala mohs bisa kita tembus karena tidak sekeras kuku kita. Lalu, permata itu sebesar 10 skala mohs, yang paling keras, karena itulah mereka bisa menembus berbagai batu. Karena zamrud hanya 8 skala Mohs, zamrud bisa menembus kuku kita dengan mudah, tapi dalam dunia geologi, zamrud masih tergolong agak lemah.


Kegunaan Zamrud biasanya ada di bidang perhiasan. Misalnya saja di spanyol, waktu zaman spanyol sedang menguasai negara-negara lain, Cortes membawa kristal ini sebagai batu untuk perhiasan. Sedangkan di bidang astrologi, Zamrud sering sekali dipakai untuk melambangkan bintang Taurus, Gemini, dan Cancer. (bukan kanker).

1 comment:

  1. Selalu merinding membaca tentang mineral berharga, apalagi sebagai batu mulia, mereka tidak semata2 mineral. There's also living stories about them, beberapa batu mulia bahkan dalam sejarah sangat berdarah2. Apakah zamrud ini sama dengan jade?

    ReplyDelete