Sunday, November 6, 2016

Azul

Hey! Apakah kalian pernah melihat laut? Kalau tidak, uhhh pergilah melihat laut jika kau membaca artikel ini artinya kalian tinggal di Indonesia dan pastinya di Indonesia ada banyak lautan, jadi pastinya kalian tinggal di pedalaman hutan yang tidak bisa membaca artikel ini. Hehe jangan dibawa hati. Di lautan ada banyak sekali keanekaragaman hayati yang sangat indah. Seperti Koral, terumbu karang maksudku, lalu alga, ikan, dan lain sebagainya. Tapi apakah kalian tahu sesuatu yang sangat penting?

Kita baru menelusuri 5% dari total lautan kita.

Ya, baru 5%. Kita memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai luar angkasa daripada lautan kita sendiri. Di luar angkasa jelas saja, jika dihitung pengetahuan yang kita dapatkan dari luar angkasa tentu saja lebih sedikit daripada dalam laut kita terdapat lebih banyak kehidupan dari diluar sana, kecuali jika kita menemukan planet penuh kehidupan yang lebih banyak daripada di bumi. Tetap saja, kita harusnya memperhatikan laut lebih seksama.

Di dalam laut baru-baru ini ditemukan hewan-hewan yang bisa mengeluarkan cahaya sendiri. Mungkin ini tidak terlalu mengejutkan karena dari waktu sebelumnya juga sudah ditemukan, tapi kali ini agak mengejutkan karena ditemukan juga didalam terumbu karang. Organ yang dipakai oleh terumbu karang untuk memunculkan cahaya itu mencapai 14% dari total massa tubuhnya. 14% itu cukup banyak karena jika kita memiliki 14% dari organ yang ada di badan dan tidak dipakai, maka itu sungguhlah tidak berguna. Pasti ada kegunaan dari 14% ini. Jadi, sampai sekarang mereka masih belum menemukannya, tapi mereka malah menemukan hal yang unik. Jadi, ikan-ikan dan hewan lainnya yang ada di lautan, mereka menciptakan organ untuk mengeluarkan cahaya berwarna hijau, sama dengan terumbu karang lainnya. Yang ditemukan waktu itu mulai dari ikan sampai reptil. Iya, penyu juga mengeluarkan sifat sama seperti ikan-ikan ini. Dan yang mengejutkan adalah beberapa ikan bahkan menggunakkan cara ini untuk berkomunikasi dengan ikan lainnya. Salah satunya untuk mengidentifikasi mana yang jantan mana yang betina. Manusia butuh lensa khusus untuk melihatnya, tapi ikan-ikan sudah memiliki kemampuan ini dari mata mereka sendiri.

Salah satu video yang aku tonton menceritakan tentang hewan-hewan unik di dalam air yang sangat dalam. Yaitu bercerita tentang gurita raksasa. Gurita yang selama ini selalu kita kira sebagai Kraken. Gurita ini diketahui berada di kedalaman laut yang sangat dalam, membuat gurita ini berkembang ukurannya menjadi raksasa. Di dalam air sana binatang seperti ini tidak bisa hidup dengan ukurang yang kecil, ya bisa tapi kalau sendirian mereka tidak akan kuat. Jadi, beberapa binatang  beradaptasi sampai ukuran raksasa, sekitar 6 meter. Cumi-cumi raksasa diketahui memiliki ukuran mata paling besar di seluruh makhluk hidup yang ada, sekedar informasi saja. Dan pencarian untuk cumi-cumi ini tidak mudah. Dibutuhkan tenaga dan teknologi yang cukup rumit dan mahal untuk mencari cumi-cumi itu. Dan, dari hasil riset yang telah mereka buat, sebuah alat tanpa gerak untuk apapun digunakkan untuk mencari cumi-cumi ini. Alat ini bisa mendapatkan gambar yang jelas dari cumi-cumi itu. Selain itu, cahaya yang digunakkan adalah cahaya berwarna merah. Karena di bawah air, hanya mata makhluk hidup di daratan yang bisa melihat warna merah, makhluk hidup dibawah sana tidak bisa mendeteksi warna merah karena mata mereka yang sudah beradaptasi dengan warna biru lautan yang dalam. Dan hasil yang didapat sangat menakjubkan. Karena ternyata mereka mendapatkan rekaman dari cumi-cumi raksasa itu sendiri. Asalnya cumi-cumi itu terlihat seperti bermain-main dengan mereka, tapi lama-kelamaan dia mulai berani mendekati dan akhirnya ilmuwan-ilmuwan ini berhasil mendapatkan rekaman yang pas dari cumi-cumi itu.

Mungkin yang aku ceritakan disini hanyalah aku saat melihat video-video itu, tapi kalau disuruh mengulas (atau mungkin terbalik) mungkin yang ingin kuceritakan adalah bagaimana kita bisa belajar banyak dari lautan. Lautan yang 70% menguasai bumi ini. Video-video itu membuatku membuka mata terhadap lautan. Biasanya aku melihat masa depan ada di luar angkasa. Kita pergi ke Mars, mengkolonisasi angkasa, seperti di Gundam misalnya. Tapi, yang belum terpikirkan bagiku adalah lautan kita sendiri. Lautan kita yang luas ini memiliki banyak sekali kehidupan yang masih belum ditemukan. Dan, bukan berarti eskplorasi luar angkasa kita tinggalkan begitu saja, tetapi kita juga tidak bisa melupakan lautan. Yang paling sering (dan memang menarik) itu seringkali luar angkasa. Di lautan juga banyak sekali yang mengasyikkan, tapi seringkali tidak terlihat oleh saya. Yang paling sering kulihat ya, luar angkasa. Satu-satunya saat dimana aku sering melihat tentang lautan di tv
biasa itu tentang ikan hiu. Dan memancing ikan tuna. Dan salmon juga jika mereka dihitung.

Memang keindahan angkasa dan lautan tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi jika mereka dijaga. Di angkasa mungkin belum banyak sampah yang ada, tapi, lautan sampah bekas satelit dan yang lainnnya mengelilingi bumi kita. Jika kita tidak membersihkannya (jika bisa) maka pada suatu hari nanti bumi kita yang indah ini, akan ditutupi oleh sampah luar angkasa. Sama seperti di laut. Untuk yang ini kita masih bisa menyelamatkannya, kita masih memiliki kesempatan untuk menikmati laut dengan membersihkannya. Ayo, bersama-sama kita selamatkan laut. Yang juga menyelamatkan planet kita. Karena salah satu tempat manusia bisa menaruh harapannya selain luar angkasa adalah laut kita.

1 comment:

  1. Warbyazah dek! Kalimat kunci: kita baru menelusuri 5% lautan kita itu menyadarkan saya betapa terbatasnya dunia kelautan yg baru bisa kita petakan. Tks for such inspiring stories, baru2 ini berkunjung ke Asian Civilization Museum di Singapore, dan menghabiskan waktu berjam2 di Tang Shipwreck yang selama sebelas abad menyembunyikan kapal dagang Cina yang tenggelam di Laut Jawa. Imagine betapa misteriusnya semesta laut, dan bangganya aku punya nebek moyang seorang pelaut....

    ReplyDelete