Hey! Apakah kalian pernah melihat laut? Kalau tidak, uhhh
pergilah melihat laut jika kau membaca artikel ini artinya kalian tinggal di
Indonesia dan pastinya di Indonesia ada banyak lautan, jadi pastinya kalian
tinggal di pedalaman hutan yang tidak bisa membaca artikel ini. Hehe jangan
dibawa hati. Di lautan ada banyak sekali keanekaragaman hayati yang sangat
indah. Seperti Koral, terumbu karang maksudku, lalu alga, ikan, dan lain
sebagainya. Tapi apakah kalian tahu sesuatu yang sangat penting?
Kita baru menelusuri 5% dari total lautan kita.
Ya, baru 5%. Kita memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai
luar angkasa daripada lautan kita sendiri. Di luar angkasa jelas saja, jika
dihitung pengetahuan yang kita dapatkan dari luar angkasa tentu saja lebih
sedikit daripada dalam laut kita terdapat lebih banyak kehidupan dari diluar
sana, kecuali jika kita menemukan planet penuh kehidupan yang lebih banyak
daripada di bumi. Tetap saja, kita harusnya memperhatikan laut lebih seksama.
Di dalam laut baru-baru ini ditemukan hewan-hewan yang bisa
mengeluarkan cahaya sendiri. Mungkin ini tidak terlalu mengejutkan karena dari
waktu sebelumnya juga sudah ditemukan, tapi kali ini agak mengejutkan karena
ditemukan juga didalam terumbu karang. Organ yang dipakai oleh terumbu karang
untuk memunculkan cahaya itu mencapai 14% dari total massa tubuhnya. 14% itu
cukup banyak karena jika kita memiliki 14% dari organ yang ada di badan dan
tidak dipakai, maka itu sungguhlah tidak berguna. Pasti ada kegunaan dari 14%
ini. Jadi, sampai sekarang mereka masih belum menemukannya, tapi mereka malah
menemukan hal yang unik. Jadi, ikan-ikan dan hewan lainnya yang ada di lautan,
mereka menciptakan organ untuk mengeluarkan cahaya berwarna hijau, sama dengan
terumbu karang lainnya. Yang ditemukan waktu itu mulai dari ikan sampai reptil.
Iya, penyu juga mengeluarkan sifat sama seperti ikan-ikan ini. Dan yang
mengejutkan adalah beberapa ikan bahkan menggunakkan cara ini untuk
berkomunikasi dengan ikan lainnya. Salah satunya untuk mengidentifikasi mana
yang jantan mana yang betina. Manusia butuh lensa khusus untuk melihatnya, tapi
ikan-ikan sudah memiliki kemampuan ini dari mata mereka sendiri.
Salah satu video yang aku tonton menceritakan tentang
hewan-hewan unik di dalam air yang sangat dalam. Yaitu bercerita tentang gurita
raksasa. Gurita yang selama ini selalu kita kira sebagai Kraken. Gurita ini
diketahui berada di kedalaman laut yang sangat dalam, membuat gurita ini
berkembang ukurannya menjadi raksasa. Di dalam air sana binatang seperti ini
tidak bisa hidup dengan ukurang yang kecil, ya bisa tapi kalau sendirian mereka
tidak akan kuat. Jadi, beberapa binatang beradaptasi sampai ukuran raksasa, sekitar 6
meter. Cumi-cumi raksasa diketahui memiliki ukuran mata paling besar di seluruh
makhluk hidup yang ada, sekedar informasi saja. Dan pencarian untuk cumi-cumi
ini tidak mudah. Dibutuhkan tenaga dan teknologi yang cukup rumit dan mahal
untuk mencari cumi-cumi itu. Dan, dari hasil riset yang telah mereka buat,
sebuah alat tanpa gerak untuk apapun digunakkan untuk mencari cumi-cumi ini.
Alat ini bisa mendapatkan gambar yang jelas dari cumi-cumi itu. Selain itu,
cahaya yang digunakkan adalah cahaya berwarna merah. Karena di bawah air, hanya
mata makhluk hidup di daratan yang bisa melihat warna merah, makhluk hidup
dibawah sana tidak bisa mendeteksi warna merah karena mata mereka yang sudah
beradaptasi dengan warna biru lautan yang dalam. Dan hasil yang didapat sangat
menakjubkan. Karena ternyata mereka mendapatkan rekaman dari cumi-cumi raksasa
itu sendiri. Asalnya cumi-cumi itu terlihat seperti bermain-main dengan mereka,
tapi lama-kelamaan dia mulai berani mendekati dan akhirnya ilmuwan-ilmuwan ini
berhasil mendapatkan rekaman yang pas dari cumi-cumi itu.
Mungkin yang aku ceritakan disini hanyalah aku saat melihat
video-video itu, tapi kalau disuruh mengulas (atau mungkin terbalik) mungkin
yang ingin kuceritakan adalah bagaimana kita bisa belajar banyak dari lautan.
Lautan yang 70% menguasai bumi ini. Video-video itu membuatku membuka mata
terhadap lautan. Biasanya aku melihat masa depan ada di luar angkasa. Kita
pergi ke Mars, mengkolonisasi angkasa, seperti di Gundam misalnya. Tapi, yang
belum terpikirkan bagiku adalah lautan kita sendiri. Lautan kita yang luas ini
memiliki banyak sekali kehidupan yang masih belum ditemukan. Dan, bukan berarti
eskplorasi luar angkasa kita tinggalkan begitu saja, tetapi kita juga tidak
bisa melupakan lautan. Yang paling sering (dan memang menarik) itu seringkali
luar angkasa. Di lautan juga banyak sekali yang mengasyikkan, tapi seringkali
tidak terlihat oleh saya. Yang paling sering kulihat ya, luar angkasa.
Satu-satunya saat dimana aku sering melihat tentang lautan di tv
biasa itu
tentang ikan hiu. Dan memancing ikan tuna. Dan salmon juga jika mereka
dihitung.
Memang keindahan angkasa dan lautan tidak bisa dipungkiri
lagi. Apalagi jika mereka dijaga. Di angkasa mungkin belum banyak sampah yang
ada, tapi, lautan sampah bekas satelit dan yang lainnnya mengelilingi bumi
kita. Jika kita tidak membersihkannya (jika bisa) maka pada suatu hari nanti
bumi kita yang indah ini, akan ditutupi oleh sampah luar angkasa. Sama seperti
di laut. Untuk yang ini kita masih bisa menyelamatkannya, kita masih memiliki
kesempatan untuk menikmati laut dengan membersihkannya. Ayo, bersama-sama kita
selamatkan laut. Yang juga menyelamatkan planet kita. Karena salah satu tempat
manusia bisa menaruh harapannya selain luar angkasa adalah laut kita.

Warbyazah dek! Kalimat kunci: kita baru menelusuri 5% lautan kita itu menyadarkan saya betapa terbatasnya dunia kelautan yg baru bisa kita petakan. Tks for such inspiring stories, baru2 ini berkunjung ke Asian Civilization Museum di Singapore, dan menghabiskan waktu berjam2 di Tang Shipwreck yang selama sebelas abad menyembunyikan kapal dagang Cina yang tenggelam di Laut Jawa. Imagine betapa misteriusnya semesta laut, dan bangganya aku punya nebek moyang seorang pelaut....
ReplyDelete