Harambe pada waktu akhir-akhir ini mendapatkan ketenaran.
Meskipun sudah sekitar 4 bulan, internet masih membicarakan tentang gorila ini.
Beberapa dari kalian mungkin belum tahu, jadi artikel ini akan bercerita
tentang kematian Harambe.
Harambe adalah gorila yang lahir di kebun binatang Glady
porter zoo di Texas. Pada 27 Mei 1999. Jadi, lebih tua daripada teman-temanku.
Harambe berarti bekerja sama dalam 1 kesatuan. Pada 18 September 2014, Harambe
dipindahkan ke Cincinnati Zoo. Disinilah sisa akhir hidupnya ada. Tujuannya
dipindahkan ke Cincinnati Zoo itu karena Harambe ingin dipelajari perilaku
Gorila dewasa dan cara mereka untuk masuk ke grup sosial yang baru.
Pada 28 Mei 2016, sehari setelah ulang tahunnya, di kandang
Gorila tepat dimana Harambe ada, seorang anak berumur 3 tahun jatuh. Mungkin
karena kurang supervisi dari orangtuanya, anak itu berjalan-jalan dan akhirnya
jatuh di kandang Harambe. Sebagai seorang kepala suku (bisa dilihat dari
punggunggnya yang berwarna putih), Harambe datang ke anak itu untuk
memeriksanya. Dianggap sebagai ancaman atau teman. Karena pengunjung sekitar
kebun binatang mulai panik melihat anak itu jatuh, mereka berteriak karena
panik. Harambe yang kaget secara insting menyeret anak berumur 3 tahun itu untuk
dibawa ke tempat yang lebih aman. Anak itu diseret dengan agak kasar, melewati
lantai beton yang digenangi air. Jika dilihat, anak itu terlihat sedang dicoba
dilindungi oleh Harambe dari para pengunjung kebun binatang yang ada, karena
dirasa mereka adalah ancaman. Kemudian, Harambe membawa anak itu ke daerah yang
ditutupi tumbuhan, supaya menjauhkan sang anak dari pengunjung. Penjaga kebun
binatang lalu mencoba mencari cara untuk memisahkan Harambe dari anak itu.
Setelah berdiskusi, akhirnya membunuh Harambe adalah pilihan yang tepat.
Senapan dikokang lalu dor! Harambe wafat di tempat. Anak itu tidak apa-apa,
hanya ada lecet sedikit karena air yang ada mengurangi gesekan antara kulit dan
beton.
Setelah kejadian ini, Harambe menjadi viral. Banyak yang
marah kepada ibu anak itu karena tidak menjaga anaknya dengan baik dan
menyebabkan seekor Gorila langka untuk mati. Orang-orang juga marah kenapa
Harambe tidak dibius saja, malah dibunuh. Karena kematian Harambe, internet
mulai membuat meme yang berisi tentang legenda dan betapa sedihnya mereka
dengan kematian Harambe. Seekor Gorila meninggal karena ketidakbecusan orangtua
kepada anaknya. Kurang lebih begini headlinenya di meme-meme. Sampai sekarang
meme ini masih bisa ditemukan di berbagai situs seperti Reddit, 9GAG, dll.
Ada banyak alasan mengapa Harambe tidak dibius saja. Salah
satunya adalah karena obat bius akan memakan waktu 3-5 menit untuk bisa
bekerja, membuat penjaga kebun binatang khawatir apa yang akan terjadi ke anak
itu dalam waktu 3-5 menit. Selain itu, Harambe bisa saja tiba-tiba pingsan
menindih anak itu, malah membahayakan nyawa anak itu sendiri. Jadi, membunuh
Harambe dirasa adalah pilihan paling tepat.
Karena kematian Harambe, banyak orang menjadikan sang ibu
sebagai objek internet shaming. Mempermalukan
seseorang lewat internet. Bahkan, sang ibu hampir dituntut karena tidak becus
dalam menagani anaknya, membuat seekor Gorila langka mati. Selain Harambe, ada
juga binatang lain yang tidak bersalah mati, namanya adalah Cecil The Lion. Dia
mati sebagai buruan dokter gigi dari Amerika serikat saat sedang berburu di
Afrika. Cecil yang saat itu sedang diteliti oleh Ilmuwan, ditembak di depan
turis yang ada di sana.
Sekarang, Harambe telah menjadi sebuah ikon, sebuah lambang
kepada kita manusia yang lalai menjaga anak. Harambe juga telah menjadi sebuah
lambang atas kelalaian manusia dan insting seekor binatang dalam menjaga
makhluk hidup lainnya tetap hidup. Sekarang Harambe akan dikenang selamanya,
atau sampai orang melupakannya, sama seperti kematian Robin Williams. Intinya, karena kematian Harambe, sekarang kita harus lebih was-was akan kecelakaan-kecelakaan yang bisa terjadi di kebun binatang.
No comments:
Post a Comment