Sunday, August 14, 2016

Harambe -RIP 2016-


Harambe pada waktu akhir-akhir ini mendapatkan ketenaran. Meskipun sudah sekitar 4 bulan, internet masih membicarakan tentang gorila ini. Beberapa dari kalian mungkin belum tahu, jadi artikel ini akan bercerita tentang kematian Harambe.

Harambe adalah gorila yang lahir di kebun binatang Glady porter zoo di Texas. Pada 27 Mei 1999. Jadi, lebih tua daripada teman-temanku. Harambe berarti bekerja sama dalam 1 kesatuan. Pada 18 September 2014, Harambe dipindahkan ke Cincinnati Zoo. Disinilah sisa akhir hidupnya ada. Tujuannya dipindahkan ke Cincinnati Zoo itu karena Harambe ingin dipelajari perilaku Gorila dewasa dan cara mereka untuk masuk ke grup sosial yang baru.

Pada 28 Mei 2016, sehari setelah ulang tahunnya, di kandang Gorila tepat dimana Harambe ada, seorang anak berumur 3 tahun jatuh. Mungkin karena kurang supervisi dari orangtuanya, anak itu berjalan-jalan dan akhirnya jatuh di kandang Harambe. Sebagai seorang kepala suku (bisa dilihat dari punggunggnya yang berwarna putih), Harambe datang ke anak itu untuk memeriksanya. Dianggap sebagai ancaman atau teman. Karena pengunjung sekitar kebun binatang mulai panik melihat anak itu jatuh, mereka berteriak karena panik. Harambe yang kaget secara insting menyeret anak berumur 3 tahun itu untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. Anak itu diseret dengan agak kasar, melewati lantai beton yang digenangi air. Jika dilihat, anak itu terlihat sedang dicoba dilindungi oleh Harambe dari para pengunjung kebun binatang yang ada, karena dirasa mereka adalah ancaman. Kemudian, Harambe membawa anak itu ke daerah yang ditutupi tumbuhan, supaya menjauhkan sang anak dari pengunjung. Penjaga kebun binatang lalu mencoba mencari cara untuk memisahkan Harambe dari anak itu. Setelah berdiskusi, akhirnya membunuh Harambe adalah pilihan yang tepat. Senapan dikokang lalu dor! Harambe wafat di tempat. Anak itu tidak apa-apa, hanya ada lecet sedikit karena air yang ada mengurangi gesekan antara kulit dan beton.

Setelah kejadian ini, Harambe menjadi viral. Banyak yang marah kepada ibu anak itu karena tidak menjaga anaknya dengan baik dan menyebabkan seekor Gorila langka untuk mati. Orang-orang juga marah kenapa Harambe tidak dibius saja, malah dibunuh. Karena kematian Harambe, internet mulai membuat meme yang berisi tentang legenda dan betapa sedihnya mereka dengan kematian Harambe. Seekor Gorila meninggal karena ketidakbecusan orangtua kepada anaknya. Kurang lebih begini headlinenya di meme-meme. Sampai sekarang meme ini masih bisa ditemukan di berbagai situs seperti Reddit, 9GAG, dll.

Ada banyak alasan mengapa Harambe tidak dibius saja. Salah satunya adalah karena obat bius akan memakan waktu 3-5 menit untuk bisa bekerja, membuat penjaga kebun binatang khawatir apa yang akan terjadi ke anak itu dalam waktu 3-5 menit. Selain itu, Harambe bisa saja tiba-tiba pingsan menindih anak itu, malah membahayakan nyawa anak itu sendiri. Jadi, membunuh Harambe dirasa adalah pilihan paling tepat.

Karena kematian Harambe, banyak orang menjadikan sang ibu sebagai objek internet shaming. Mempermalukan seseorang lewat internet. Bahkan, sang ibu hampir dituntut karena tidak becus dalam menagani anaknya, membuat seekor Gorila langka mati. Selain Harambe, ada juga binatang lain yang tidak bersalah mati, namanya adalah Cecil The Lion. Dia mati sebagai buruan dokter gigi dari Amerika serikat saat sedang berburu di Afrika. Cecil yang saat itu sedang diteliti oleh Ilmuwan, ditembak di depan turis yang ada di sana.

Sekarang, Harambe telah menjadi sebuah ikon, sebuah lambang kepada kita manusia yang lalai menjaga anak. Harambe juga telah menjadi sebuah lambang atas kelalaian manusia dan insting seekor binatang dalam menjaga makhluk hidup lainnya tetap hidup. Sekarang Harambe akan dikenang selamanya, atau sampai orang melupakannya, sama seperti kematian Robin Williams. Intinya, karena kematian Harambe, sekarang kita harus lebih was-was akan kecelakaan-kecelakaan yang bisa terjadi di kebun binatang.


Monday, August 8, 2016

Review dunia Sophie

Kalau kalian belum tahu, aku ini suka baca buku. Komik kebanyakan, tapi menurutku masih masuk hitungan. Dan terkadang, setelah membaca buku itu, aku jadi tertarik untuk membuat review bukunya, karena ya, pendapatku ada di buku itu. Jadi, untuk kali ini, ini adalah review buku dunia Sophie.

Setelah sekitar 3 tahun sejak pertama kali membaca buku itu, aku akhirnya mulai mengerti sedikit sekali dari apa itu filosofi. Ya, ini adalah review buku dunia sophie.

Jujur, saat pertama kali aku mencoba untuk membaca buku ini aku kira bukunya akan penuh aksi dan petualangan seperti Lord of the rings. Oh, betapa salahnya aku. Tapi, setelah mencoba untuk membaca lagi dan lagi, aku kebosanan. Tidak ada konflik yang jelas. Tidak ada aksi. Jika kau membaca buku Sherlock Holmes kau pasti akan mengerti apa pokok masalah yang ada, bagaimana cara dia menyelesaikan masalah itu dan apa yang terjadi dengan tokoh utama. Kalau aku saat membaca buku ini rasanya seperti begitu. Hanya itu. Terlalu simpel sekali. Mungkin memang filosofi saking rumitnya untuk dijelaskan dia menjelaskannya dalam cerita yang dibuat sedemikian simpel. Tapi karena simpel itulah, menjadi semakin rumit. Sebentar, rasanya jadi paradoks. Dari awal filosofi memang sudah rumit, tapi saat dicoba untuk membuatnya menjadi simpel, malah semakin rumit. Seperti kehilangan sebagian besar pokok yang harusnya dijelaskan.

Yang aku tangkap dari pelajaran filosofi di dunia sophie adalah, kalau kita tidak bisa melihat sesuatu dari 1 sudut pandang. 1 hal bisa berarti hal lain, tapi semua hal bisa juga berarti 1 hal. Ahh, pusing sekali! Kalau aku melihat filosofi sebagai cara kita memandang sesuatu. Tempat kita bertanya semua hal. Dan aku masih belum mengerti hal itu. Buku ini mungkin sudah mencoba untuk menjelaskannya sesederhana mungkin, tapi tetap saja aku tidak mengerti.

Tapi, dari cara dia menceritakannya sudah sangat bagus. Detail dan teliti. Membuat kita harus mengingat kembali halaman-halaman sebelumnya. Menambah kemampuan daya ingat. Tapi, kalau setiap 50 halaman aku harus kembali ke halaman-halaman sebelumnya untuk mengerti dia berbicara apa, aku bisa capek. Karena itulah buku ini menghabiskan waktu paling lama. Biasanya untuk menyelesaikan buku dengan aku mengerti semuanya, setiap halaman, makanyanya yang tebalnya 250 halaman butuh waktu 5 jam. Termasuk makan dan mandi. Tapi,kalau Dunia Sophie yang tebalnya sampai 500 halaman, aku butuh waktu sekitar……. 2 tahun. Karena setiap halaman harus kau mengerti. Dalamnya buku itu seperti teluk mariana. Dalam sekali.

10/10.