Selamat datang di Solo Top. Tempat untuk berbicara banyak
hal. Sekarang, aku memiliki sebuah topik yang sangat menarik. Yaitu, apa yang
akan terjadi apabila manusia memiliki kekuatan seperti tuhan? Untuk mengambil
contohnya kita lihat dari Doctor Manhattan. Seorang pria yang ada di serial
watchmen.
Doctor Manhattan asalnya adalah seorang pria bernama John
Osterman. Kemudian, karena ia mendapatkan musibah memasuki ruangan, badannya
menghilang dari dunia. Kemudian, dalam waktu beberapa bulan dia kembali
terlahir di dunia dengan kekuatan seperti tuhan. Awalnya ia kembali lagi
menjadi John Osterman. Hanya saja sekarang dia mendapatkan banyak tes dari
pemerintah Amerika Serikat. Karena kekuatannya seperti tuhan, ia dipakai
sebagai propaganda saat perang dingin dan senjata saat perang Vietnam. Di
perang Vietnam ia mulai melihat kengerian dunia. Karena ditemani dengan
Comedian saat perang, ia mendengar dan melihat sendiri asam garam dunia.
Membuat dia menyesali keberadaannya. Setelah itu, maju ke masa perang dingin,
dimana jasa yang dibutuhkan dari dia adalah membuat reaktor energi dan
talkshow. Di sebuah talkshow dia dihadapkan dengan fakta bahwa setiap orang
yang bertemu dengannya mendapatkan kanker. Ditanyakan tanggung jawab, dia tidak
tahu. Lalu ia di bombardir dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Membuat dia
semakin benci dengan dunia dan akhirnya membunuh semua orang di studio. Setelah
membuat semua orang di studio menghilang, dia pergi ke Mars. Dimana dia
menyendiri. Karena sudah muak dengan dunia yang ada. Sekarang dia memiliki
pandangan yang nihilistik akan dunia. Disana kita akhiri dulu cerita dari John
Osterman, sekarang mari kita berlanjut ke tokoh lainnya yang memiliki kekuatan
seperti tuhan, yaitu Lucy, dari film Lucy.
Lucy asalnya adalah mahasiswa biasa, tetapi, karena dia terlibat
masalah disana dan disini, dia terlibat dalam organisasi narkoba. Membuatnya
menjadi soeorang delivery girl narkoba. Saat dia menjadi delivery girl dia
disiksa oleh orang-orang. Membuatnya ingin balas dendam terhadap mereka semua
yang berbuat ini kepadanya. Kemudian, tiba-tiba narkobanya bereaksi. Membuat
dia memiliki kemampuan tambahan. Otaknya sekarang membuka potensi-potensi yang
belum ada. Dia sekarang bisa melihat menembus benda, refleks yang sangat cepat,
dan ketahanan rasa sakit yang sangat tinggi. Makin lama berjalan, dia membuka
potensi lebih banyak, seperti halusinasi, telekinesis, telepati, teknopati, dan
lain-lain. Selain itu, kondisi mentalnya juga berubah, dia sekarang mengerti
tentang konsep waktu, lalu konsekuensi dari kekuatannya. Mungkin kalau orang
lain yang memiliki kekuatan sepertinya tidak akan bertindak yang sama. Jadi,
dia menghabiskan obat yang serupa dan mencegah orang lain mendapatkan
kekuatannya. Bukan karena dia hanya ingin menjadi satu-satunya, tapi karena dia
merasa kalau orang lain mendapatkan kekuatan ini, mereka tidak akan menunaikan
tanggung jawab yang ada bersama kemampuan ini.
Itu adalah 2 contoh orang dengan kemampuan yang setara
dengan tuhan. Karena saat “terlahir” kembali mereka berubah menjadi makhluk
dengan kemampuan tinggi, apa jadinya bila seseorang dengan kemampuan biasa
diberikan kekuatan ini? Orang yang tidak pernah merasakan pahitnya dunia, atau
sedihnya kehidupan ini?
Mungkin yang terjadi adalah dia juga tidak bisa menghadapi
kekuatan yang besar ini. Selain kondisi fisik yang selalu berubah, manusia juga
harus menghadapai tanggung jawab yang besar. Misalnya saja, setelah mendapatkan
kekuatan yang besar ini dia ingin menguasai dunia, apa yang akan terjadi
setelahnya? Mungkin juga ada yang ingin menghancurkan semuanya karena pandangan
akan dunia telah berubah. Apa yang akan terjadi? Semua ini bisa terjadi karena
manusia memiliki 1 hal, yaitu
Emosi.
Emosi adalah apa yang membentuk kita. Yang membuat kita
berbeda 1 sama lain. Karena emosi kita tergerak untuk melakukan sesuatu. Karena
Cinta kita bisa melakukan hal bodoh, karena amarah kita bisa menghancurkan
semuanya, karena sedih kita bisa mengakhiri hidup kita. Apabila seseorang
dengan emosi diberikan kekuatan seperti tuhan, kekuatan yang mengharuskan kita
untuk membuat pilihan hidup dan mati di tangan apa yang terjadi? Mungkin kalian
akan berpikir kalau tiadakan saja emosinya, maka kalau begitu kita sudah keluar
dari konteks. Karena kalau manusia tidak memiliki emosi lagi, maka dia bukanlah
manusia, hanya makhluk hidup.
Jadi, tetaplah seperti sekarang. Jangan pernah berpikir
untuk memiliki kekuatan seperti tuhan, karena kalian nanti sama saja menantang
tuhan sendiri. Tenang saja, nikmati kehidupan. Karena pada akhirnya, kita akan
bertemu dengan tuhan. Sampai bertemu lagi di Solo Top.